Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai HSE Officer atau posisi setara pada industri Fuel Transporter, Mining, atau Oil & Gas.
Diutamakan memiliki pengalaman bekerja di perusahaan transportasi dan distribusi BBM.
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) yang masih berlaku.
Memiliki Sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP) yang masih berlaku.
Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM A) yang masih berlaku.
Pernah mengikuti pelatihan Awareness atau Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).
Bersedia melakukan perjalanan dinas ke seluruh area operasional perusahaan.
Memiliki kondisi kesehatan yang baik dan mampu bekerja di lapangan.
Diutamakan berdomisili di Banjarmasin.
Dapat bergabung secepatnya (Join ASAP).
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan inspeksi HSE secara rutin pada armada, area kerja, dan aktivitas operasional. Melakukan investigasi insiden, near miss dan unsafe condition. Memastikan kelengkapan APD dan peralatan tanggap darurat tersedia dan layak digunakan. Mengawasi kepatuhan operasional terhadap standar keselamatan dalam distribusi BBM dan pengangkutan barang berbahaya.
Mengawasi implementasi program Health, Safety, and Environment (HSE) di seluruh area operasional perusahaan.
Memastikan seluruh kegiatan operasional transportasi dan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan K3, HSSE, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melaksanakan implementasi Sistem Manajemen K3 sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
Mengawasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) pada kegiatan operasional yang berkaitan dengan sektor pertambangan.
Melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko terhadap seluruh aktivitas operasional.
Melaksanakan inspeksi rutin terhadap armada tangki BBM, workshop, fasilitas operasional, dan peralatan keselamatan.
Melakukan investigasi kecelakaan kerja, near miss, tumpahan BBM, dan insiden lainnya, serta menyusun tindakan perbaikan dan pencegahan.
Menyusun, mengevaluasi, dan memperbarui SOP, JSA, HIRADC, serta dokumen HSSE.
Memastikan seluruh pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar.
Melaksanakan safety induction, toolbox meeting, safety briefing, dan program peningkatan budaya keselamatan kerja.
Berkoordinasi dengan instansi pemerintah, auditor, maupun pihak pelanggan terkait aspek K3 dan HSSE.
Menyusun laporan bulanan HSSE, statistik kecelakaan kerja, KPI HSSE, serta rekomendasi peningkatan kinerja keselamatan.
Mengawasi kesiapsiagaan keadaan darurat, termasuk simulasi tanggap darurat kebakaran dan tumpahan BBM.
Melakukan evaluasi terhadap kepatuhan vendor dan kontraktor terhadap standar HSSE perusahaan.
Mendorong tercapainya target Zero Accident dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi K3 yang berlaku.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik.
Mampu melakukan pembinaan budaya keselamatan kerja.
Memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Tegas, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Mampu bekerja di bawah tekanan.
Memiliki kemampuan coaching dan mentoring kepada tim operasional.
Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.
Memiliki ketelitian dan orientasi terhadap detail.
Memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Hard Skill:
Menguasai implementasi SMK3 sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
Memahami regulasi K3, lingkungan, dan keselamatan transportasi BBM.
Mampu menyusun HIRADC, JSA, SOP, dan Work Instruction.
Mampu melakukan inspeksi K3 terhadap armada, workshop, terminal BBM, dan area operasional.
Mampu melakukan audit internal HSSE.
Mampu melakukan investigasi kecelakaan kerja menggunakan metode RCA atau 5 Why Analysis.
Mampu menyusun laporan K3, statistik kecelakaan kerja, dan Key Performance Indicator (KPI) HSSE.
Memahami penggunaan APD, APAR, Spill Kit, dan peralatan tanggap darurat.
Memiliki kemampuan memberikan safety induction, safety briefing, toolbox meeting, dan pelatihan internal.
Mampu mengoperasikan Microsoft Office serta membuat laporan dan presentasi dengan baik.