Pendidikan minimal D3 atau S1 dari Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Perkapalan, Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga, Teknik Lingkungan, atau jurusan teknis terkait.
Memiliki pengalaman kerja minimal 3 hingga 5 tahun sebagai Safety Officer di kapal pendukung lepas pantai (OSV/AWB) atau industri hulu minyak dan gas bumi.
Wajib memiliki Sertifikat K3 Migas yang masih aktif dari instansi atau lembaga resmi berwenang.
Memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat, bebas dari penyakit kronis, serta siap bekerja di lingkungan operasional lepas pantai (offshore environment).
Bersedia ditempatkan di atas Kapal AWB untuk Proyek SAKA Lamongan.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan pengawasan dan inspeksi keselamatan harian secara menyeluruh di seluruh area Kapal AWB, mencakup geladak kerja (main deck), area akomodasi, ruang mesin, helideck, dan fasilitas penunjang lepas pantai.
Menyusun, memverifikasi, dan mengawasi pelaksanaan Job Safety Analysis (JSA), Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), serta izin kerja aman (Permit to Work) untuk pekerjaan berisiko tinggi seperti pekerjaan panas (hot work), pengangkatan beban (lifting/rigging), bekerja di ketinggian, dan ruang terbatas (confined space).
Memastikan kesiapsiagaan dan kelayakan seluruh peralatan keselamatan laut, fasilitas tanggap darurat, sistem pemadam kebakaran kapal, life raft, serta ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) standar hulu migas.
Menyelenggarakan kegiatan Safety Induction bagi awak kapal baru, personel proyek, dan tamu, serta memimpin Tool Box Meeting harian dan briefing keselamatan sebelum aktivitas operasional dimulai.
Memimpin pelaksanaan latihan kesiapsiagaan tanggap darurat (emergency drill) di atas kapal, mencakup simulasi kebakaran, orang jatuh ke laut (man overboard), dan evakuasi medis darurat (medevac).
Melakukan tindakan pencegahan serta penanganan langsung terhadap tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) di area kerja lepas pantai.
Melakukan investigasi awal atas insiden kecelakaan kerja atau kejadian hampir celaka (near-miss) di atas kapal, menganalisis akar penyebab masalah, serta menyusun rekomendasi tindakan perbaikan.
Menyusun laporan inspeksi K3 harian, rekapitulasi data jam kerja selamat, dan dokumentasi ketaatan regulasi migas/maritim secara berkala kepada Barge Master, HSE Manager, dan Perwakilan Klien.
Harus punya keterampilan:
Keahlian Teknis (Hard Skills): Pengawasan K3 Migas lepas pantai (offshore OSV/AWB), verifikasi Permit to Work & JSA hulu migas, pengawasan keselamatan pelayaran (SOLAS/MARPOL), audit keselamatan kapal, investigasi insiden maritim (RCA), dan pelaporan K3 site proyek.
Soft Skills: Ketegasan penegakan aturan keselamatan, komunikasi persuasif, ketelitian observasi, kemampuan adaptasi lingkungan lepas pantai, pemecahan masalah cepat, dan koordinasi tim lintas disiplin.