Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Air adalah sumber kehidupan yang tak tergantikan bagi kita semua. Namun, semakin meningkatnya polusi dan tekanan terhadap sumber daya air, menjaga air bersih dan aman untuk dikonsumsi menjadi tantangan yang semakin mendesak. Untungnya, melalui proses pengolahan air yang efektif, kita dapat mengubah air tercemar menjadi air yang sehat dan layak konsumsi.
Proses pengolahan air melibatkan serangkaian langkah yang kompleks dan terkoordinasi, dimulai dari penyaringan kotoran kasar hingga tahap terakhir desinfeksi untuk membunuh mikroorganisme berbahaya. Artikel ini akan menjelaskan tujuh alat penting yang digunakan dalam proses pengolahan air, mulai dari skrin hingga penampungan air bersih.
Berikut Tujuh Alat Penting dalam Proses Pengolahan Air Tercemar
1. Skrin (Screen)
Dalam proses pengolahan air tercemar, alat yang sangat penting adalah skrin. Seolah menjadi penjaga pertama, skrin bertugas menyaring kotoran kasar seperti sampah, ranting, dan daun dari air. Terdapat dua jenis skrin yang umum digunakan: skrin kasar dan skrin halus.
Skrin kasar dirancang dengan lubang besar yang memungkinkan air mengalir dengan lancar sambil menyaring kotoran besar. Sementara itu, skrin halus memiliki lubang yang lebih kecil, memungkinkan proses penyaringan yang lebih detail untuk menghilangkan kotoran yang lebih kecil.
Sebagai elemen penting dalam rangkaian pengolahan air, skrin tidak hanya memberikan perlindungan terhadap peralatan yang lebih sensitif di tahap selanjutnya, tetapi juga memastikan bahwa air yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan aman untuk digunakan. Dengan bantuan skrin, proses pengolahan air tercemar menjadi lebih efisien dan efektif, memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
2. Grit Chamber (Bak Pasir)
Di tengah aliran yang deras, tersembunyi di dalam jantung pengolahan air, terdapat sebuah tempat yang dijuluki bak pasir atau grit chamber. Seolah menjadi garda terdepan, bak pasir memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kelancaran air yang mengalir.
Bak pasir adalah tempat di mana pasir dan partikel berat lainnya tenggelam dan terendap, memisahkan diri dari air yang mengalir. Seperti penyaring yang setia, bak pasir mengambil alih kotoran-kotoran tersebut, mencegahnya menyumbat pipa dan mencemari air yang harusnya bersih.
Dalam suasana yang hening, bak pasir bekerja tanpa lelah, menyaring dan mengendapkan segala yang tak diinginkan dari air yang melaluinya. Seperti tempat penampungan sementara bagi kotoran-kotoran, bak pasir membuktikan bahwa kebersihan air adalah sebuah perjuangan yang tak kenal lelah.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pengolahan air, bak pasir menunjukkan dedikasi yang tiada tara dalam menjaga kualitas air yang kita gunakan setiap hari. Dalam setiap butiran pasir yang terendap, terdapat kisah tentang kebersihan dan ketelatenan, yang membuktikan bahwa melalui pengorbanan kecil ini, kita dapat menikmati air yang bersih dan aman untuk digunakan.
3. Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi dan flokulasi adalah dua tahap penting dalam proses pengolahan air yang bekerja secara bersinergi untuk membersihkan air dari partikel-partikel kecil yang tidak diinginkan.
Pertama-tama, koagulasi bertindak seperti agen penyatu, dengan menambahkan bahan kimia ke dalam air untuk mengikat partikel-partikel kecil menjadi partikel yang lebih besar. Ini mirip dengan proses mempersatukan potongan-potongan puzzle kecil menjadi satu kesatuan yang lebih besar dan lebih mudah diurus.
Setelah partikel-partikel tersebut menjadi lebih besar melalui proses koagulasi, flokulasi datang sebagai langkah selanjutnya. Dalam flokulasi, air diaduk secara perlahan untuk membantu partikel-partikel yang telah terkoagulasi bergabung menjadi gumpalan yang lebih besar, disebut flok. Analoginya seperti membiarkan gumpalan-gumpalan kecil di dalam air bergabung dan membentuk gumpalan yang lebih besar dan lebih mudah dihilangkan.
Dengan koagulasi dan flokulasi yang bekerja bersama-sama, air yang semula kotor dan keruh dapat membersihkan diri dengan efektif, memastikan bahwa air yang dihasilkan adalah bersih, jernih, dan aman untuk digunakan oleh masyarakat.
4. Sedimentasi
Dalam proses pengolahan air yang terstruktur, sedimentasi adalah langkah krusial yang mengikuti koagulasi dan flokulasi. Tugasnya sederhana namun vital: memisahkan gumpalan yang telah terbentuk dari air yang bersih.
Bak sedimentasi berperan sebagai pangkalan di mana air tenang memungkinkan gumpalan-gumpalan yang lebih besar untuk mengendap ke dasar. Seolah memberikan waktu bagi partikel-partikel yang telah bersatu untuk menyelesaikan perjalanan mereka menuju kedamaian di dasar bak.
Di tengah ketenangan bak sedimentasi, air yang telah dibebaskan dari gumpalan-gumpalan tersebut mengalir dengan lembut ke tahap selanjutnya dari proses pengolahan air. Dalam proses ini, air yang semula keruh dan kotor telah berhasil melalui serangkaian langkah yang hati-hati untuk kembali bersih dan jernih.
Sedimentasi adalah titik akhir dari perjalanan bagi gumpalan-gumpalan yang terbentuk, dan awal dari kebersihan yang baru bagi air yang mengalir. Dengan langkah ini, proses pengolahan air menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dan pemisahan dalam memastikan bahwa air yang kita gunakan setiap hari adalah sumber kehidupan yang suci dan aman.
5. Filtrasi
Filtrasi adalah tahap terakhir dalam proses pengolahan air yang bertugas untuk menghilangkan partikel-partikel kecil yang mungkin tersisa setelah melalui tahap sedimentasi. Dalam dunia pengolahan air, filter menjadi garda terakhir yang memastikan air yang kita gunakan benar-benar bersih dan aman.
Ada dua jenis filter yang umum digunakan: filter pasir dan filter karbon aktif. Filter pasir bekerja dengan cara menyaring air melalui lapisan pasir, di mana partikel-partikel kecil yang tersisa akan tertahan dan disaring, meninggalkan air yang jernih dan bersih.
Sementara itu, filter karbon aktif menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan memanfaatkan sifat unik karbon aktif untuk menghilangkan kontaminan organik dan bau yang mungkin masih ada dalam air. Dengan perannya yang kuat dalam menghilangkan kontaminan yang sulit dijangkau oleh filter lain, filter karbon aktif menjadi tambahan yang berharga dalam memastikan kualitas air yang optimal.
Dengan kombinasi filter pasir dan filter karbon aktif, tahap filtrasi menjadi langkah terakhir yang memastikan bahwa air yang mengalir dari keran kita adalah segar, bersih, dan aman untuk digunakan. Sebuah penutup sempurna bagi sebuah perjalanan yang panjang dan hati-hati untuk menjaga kebersihan air, memberikan kita semua kepercayaan bahwa air yang kita konsumsi adalah yang terbaik untuk kesehatan dan kesejahteraan kita.
6. Desinfeksi
Desinfeksi adalah tahap penting dalam proses pengolahan air yang bertujuan untuk memastikan air yang dihasilkan bebas dari bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Terdapat beberapa metode yang umum digunakan untuk melakukan desinfeksi, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satunya adalah klorinasi, di mana klorin ditambahkan ke dalam air untuk membunuh mikroorganisme dengan efektif. Metode ini telah menjadi standar dalam industri pengolahan air selama bertahun-tahun karena efektivitasnya yang terbukti.
Selain klorinasi, ozonasi juga merupakan cara yang populer untuk melakukan desinfeksi. Dengan menambahkan ozon ke dalam air, mikroorganisme dapat dihancurkan dengan cepat dan efisien, tanpa meninggalkan residu berbahaya di dalam air.
Sinar UV juga menjadi pilihan yang semakin populer untuk desinfeksi air. Dalam metode ini, air disinari dengan sinar UV yang kuat, yang mampu membunuh mikroorganisme tanpa menggunakan bahan kimia tambahan. Ini adalah pilihan yang ramah lingkungan dan efektif, meskipun memerlukan pemeliharaan yang cermat terhadap lampu UV yang digunakan.
Dengan menggunakan salah satu dari metode desinfeksi ini, proses pengolahan air dapat menjamin bahwa air yang dihasilkan tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga bebas dari ancaman mikroorganisme berbahaya. Ini adalah langkah terakhir yang penting dalam menyediakan air minum yang aman dan sehat bagi masyarakat.
7. Penampungan Air Bersih
Penampungan air bersih merupakan tahap terakhir dalam proses pengolahan air sebelum air tersebut didistribusikan kepada masyarakat. Fungsinya sangat penting karena menyediakan tempat untuk menyimpan air yang telah diolah dengan baik sehingga aman untuk dikonsumsi.
Dalam memilih bahan untuk penampungan air bersih, keamanan dan higienisitas menjadi prioritas utama. Penampungan air harus terbuat dari bahan yang aman, tidak beracun, dan tidak menyebabkan kontaminasi terhadap air yang disimpan di dalamnya. Bahan seperti beton, fiberglass, atau plastik berkualitas tinggi sering digunakan untuk membuat penampungan air yang kokoh dan tahan lama.
Selain bahan, penting juga untuk memastikan bahwa penampungan air bersih dirawat secara teratur dan dibersihkan secara rutin untuk menjaga kebersihan air yang disimpan di dalamnya. Pemeliharaan yang baik akan membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan kontaminasi lainnya yang dapat mengancam kualitas air bersih.
Dengan memperhatikan kualitas bahan dan pemeliharaan yang baik, penampungan air bersih dapat berfungsi sebagai tempat yang aman dan dapat diandalkan untuk menyimpan air yang telah diolah, sehingga memastikan pasokan air yang bersih dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Arc flash merupakan fenomena yang terjadi ketika arus listrik melompat melalui udara antara dua konduktor atau dari satu konduktor ke grounding. Ini sering kali disebabkan oleh kesalahan operasi, konsleting, atau kegagalan peralatan listrik. Arc flash dapat menghasilkan panas yang sangat tinggi, ledakan, percikan api, dan radiasi berbahaya. Dampaknya bisa sangat merusak, mulai dari luka bakar parah hingga kerusakan fatal pada peralatan dan fasilitas.
Dalam beberapa kasus, arc flash dapat menyebabkan cedera atau kematian bagi pekerja yang berada di dekatnya. Luka bakar serius, kerusakan pada organ internal akibat tekanan udara yang tinggi, serta cedera akibat terpentalnya benda-benda yang terkena dampak ledakan, merupakan beberapa dampak fatal yang dapat terjadi akibat arc flash.
Artikel ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami arc flash secara menyeluruh, mulai dari penyebabnya hingga cara-cara untuk mencegahnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya ini, pembaca akan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi diri mereka sendiri dan rekan kerja dari risiko arc flash. Melalui pemahaman dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan kecelakaan akibat arc flash dapat diminimalkan, meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan di tempat kerja.
Pengertian Arc Flash
Arc flash adalah ledakan api listrik yang terjadi karena korsleting atau hubungan pendek pada sistem kelistrikan. Ketika arus listrik melompat melalui udara antara dua konduktor atau dari satu konduktor ke grounding, itu dapat menyebabkan percikan api dan ledakan yang berbahaya.
Beberapa tanda-tanda yang menunjukkan kemungkinan terjadinya arc flash meliputi:
Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu untuk mengidentifikasi potensi bahaya arc flash dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar dari risiko yang terkait.
Penyebab Arc Flash
Arc flash dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu:
Mengetahui penyebab-penyebab ini penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat guna mengurangi risiko terjadinya arc flash di lingkungan kerja. Hal ini meliputi pelaksanaan prosedur keselamatan kerja yang ketat, pemeliharaan peralatan secara teratur, dan pelatihan yang memadai bagi pekerja yang berhubungan dengan sistem kelistrikan.
Dampak Arc Flash
Arc flash dapat memiliki dampak yang sangat serius bagi individu yang terkena, termasuk:
Mengingat potensi dampak yang serius ini, pencegahan arc flash dan perlindungan pekerja dari risiko tersebut harus menjadi prioritas utama dalam lingkungan kerja yang melibatkan listrik. Ini termasuk penggunaan peralatan perlindungan diri yang sesuai, pelatihan yang tepat, dan penerapan prosedur keselamatan yang ketat untuk mengurangi risiko terjadinya arc flash dan melindungi keselamatan dan kesejahteraan pekerja.
sumber: indonesiasafetycenter

Keselamatan tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan pengelola proyek untuk memastikan bahwa semua pekerja dilengkapi dengan lifeline yang sesuai dan mendapat pelatihan yang diperlukan untuk menggunakan peralatan tersebut dengan aman.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, di mana setiap pekerja dapat bekerja dengan damai dan produktif, tanpa khawatir akan risiko yang tidak perlu.
Memilih lifeline yang tepat adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan serius terhadap beberapa faktor kunci. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih lifeline:
Tips Menggunakan Lifeline dengan Aman
Menggunakan lifeline dengan aman adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tempat kerja yang melibatkan pekerjaan di ketinggian. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menggunakan lifeline dengan aman:

Penilaian risiko kebakaran dirancang untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kebakaran dengan mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko kebakaran di dalam gedung. Namun, tidak hanya memeriksa struktur bangunan itu sendiri, tapi isi bangunan, tata letak, dan penggunaan bangunan. Bagaimana penggunaan bangunan tersebut mempengaruhi risiko kebakaran? Berapa banyak orang yang ada di dalam gedung? Bagaimana mereka akan selamat jika terjadi kebakaran? Langkah apa yang harus diambil untuk meminimalisir bahaya?
Untuk bisnis atau bangunan umum seperti toko, gedung perkantoran, atau tempat-tempat vital lainnya dan bahkan stasiun bis dan kereta api, perlu dilakukan penilaian risiko kebakaran. Semua properti perlu mendapat penilaian risiko kebakaran. Ini bukan dokumen opsional dan diwajibkan oleh hukum Inggris.
Penilaian Resiko Kebakaran adalah proses yang melibatkan evaluasi sistematis terhadap faktor-faktor yang menentukan bahaya kebakaran, serta kemungkinan kebakaran akan terjadi, dan konsekuensinya jika terjadi.
5 langkah untuk Penilaian Risiko:
Penting untuk diingat bahwa Penilaian Resiko Kebakaran Anda harus menunjukkan bahwa sejauh masuk akal, Anda telah mempertimbangkan kebutuhan semua orang yang relevan termasuk penyandang cacat, atau gangguan yang dapat mengurangi pelarian mereka dari tempat tersebut.
Tapi mengapa perlu penilaian risiko kebakaran?
Alasannya adalah bahwa penilaian risiko kebakaran diperlukan karena diatur dalam Regulatory Reform (Fire Safety) Order 2005. Di Indonesia Penerapan FRA ini dapat mengacu kepada standar National Fire Protection Association (NFPA) dan juga peraturan lokal seperti PerMen PU No. 26 Tahun 2008. Pengelolaan proteksi kebakaran adalah upaya mencegah terjadinya kebakaran atau meluasnya kebakaran ke ruangan-ruangan ataupun lantai-lantai bangunan, termasuk ke bangunan lainnya melalui eliminasi ataupun minimalisasi risiko bahaya kebakaran, pengaturan zona-zona yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta kesiapan dan kesiagaan sistem proteksi aktif maupun pasif.
Secara sederhana, peraturan tersebut menyatakan bahwa penilaian risiko kebakaran harus dilakukan, namun juga mencantumkan berbagai persyaratan lainnya seperti: siapa yang dapat melakukan penilaian risiko kebakaran, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kebakaran, bagaimana prosedur dalam tanggap darurat dan untuk wilayah rawan bahaya, bagaiamana memberikan sosialisasi kepada setiap karyawan sehingga karyawan mampu menyelamatkan diri, dan informasi apa yang harus diberikan kepada karyawan.
Penting untuk dipahami bahwa kegagalan mematuhi Regulasi (Keselamatan Kebakaran) atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran pada orang lain dapat dituntut secara pidana kurungan paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama setahun menurut pasal 188 KUHP. Dalam beberapa kasus, pihak yang bersalah berakhir dengan hukuman penjara.
Penting untuk dicatat bahwa undang-undang meminta penilaian risiko agar ‘sesuai’ dan ‘cukup’. Masalahnya adalah bahwa ada tingkat interpretasi di sini: apa yang mungkin cocok untuk satu properti tentu tidak akan sesuai untuk yang lain. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menyesuaikan penilaian risiko kebakaran di masing-masing lokasi, serta untuk memperbarui dan meninjau penilaian saat dan kapan perubahan terjadi, seperti saat ruangan dipindahkan, orang-orang di bangunan tersebut berubah (terutama jika terdapat anak-anak atau orang cacat atau lanjut usia).
Siapa pun dapat melakukan penilaian risiko kebakaran, asalkan dianggap ‘kompeten’, namun baru-baru ini ditemukan bahwa banyak pemilik bisnis tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk menyelesaikan penilaian risiko tanpa bantuan. Masalahnya muncul ketika orang yang melakukan penilaian risiko kebakaran tidak memiliki pengalaman dan kemampuan untuk sepenuhnya menganalisis risiko. Bagaimana jika risiko atau bahaya tidak terjawab?
Tapi bagaimana Anda menemukan penilai risiko yang andal? Jawabannya sederhana: use only verified and certified risk assessors!
Penilaian risiko kebakaran mudah dilakukan, namun sulit dilakukan dengan baik. Hampir semua orang yang memiliki latar belakang di industri kebakaran dapat menjadikan diri mereka sebagai penilai risiko kebakaran yang ‘profesional’. Bahkan ada ratusan perusahaan yang mengaku sebagai ‘expert’ risk assessors, namun tanpa ada bukti nyata seperti tidak memiliki sertifikat.

Antasida adalah obat untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, atau rasa panas di dada. Obat ini bisa digunakan dalam pengobatan sakit maag, penyakit asam lambung (GERD), tukak lambung, atau gastritis.
Antasida (antacid) bekerja dengan cara menetralkan asam lambung sehingga keluhan akibat naiknya asam lambung akan mereda. Obat ini dapat bekerja dalam hitungan jam setelah diminum. Namun, antasida hanya bisa meredakan gejala dan tidak dapat mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.
Sukralfat atau sucralfate adalah obat untuk mengatasi tukak lambung, ulkus duodenum, atau gastritis kronis. Sukralfat tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, dan suspensi yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Sukralfat bekerja dengan cara menempel di bagian lambung atau usus yang terluka. Obat ini melindungi lukadari asam lambung, enzim pencernaan, dan garam empedu. Dengan begitu, sukralfat mencegah luka menjadi semakin parah dan membantu penyembuhan luka lebih cepat.
Jika nantinya dengan penerapan pola hidup sehat tersebut kekambuhan sakit maag masih sering terjadi dan belum dapat teratasi dengan secara mandiri, maka sebaiknya periksakan diri anda ke dokter penyakit dalam.
sumber : alodokter