Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Berdasarkan fitur dan cara menghitung pemakaian daya listrik, kWh meter dibagi menjadi tiga jenis yaitu kWh meter analog, digital dan Smart meter. Berikut ini penjelasannya.
1. KWH Meter Analog

KWH Meter analog merupakan jenis meteran listrik yang berfungsi membaca dan mengukur penggunaan energi listrik berdasarkan metode induksi medan magnet. Meteran listrik analog tersusun dari beberapa komponen penting yaitu alat penyetel, kumparan tegangan, magnet pemanen, piringan, terminal, dan beberapa komponen elektronika.
Cara Kerja KWH Meter Analog
Cara kerja kWh meter analog adalah dengan menggunakan metode induksi medan magnet. Ketika peralatan elektronika menggunakan energi listrik maka terjadi gaya medan magnet di dalamnya. Gaya medan magnet tersebut membuat piringan aluminium berputar. Putaran piringan aluminium tersebut menggerakkan counter digit sehingga menampilkan angka yang pemakakaian daya listrik.
2. KWH Meter Digital
KWH Meter Digital merupakan jenis meteran listrik yang berfungsi untuk membaca dan mengukur penggunaan energi listrik menggunakan program yang dilakukan oleh mikroprosesor di dalamnya. KWH Meter digital tersusun dari beberapa kompoenen seperti mikroprosesor, sensor, layar LCD, lampu Indikator dan beberapa komponen elektronika lainnya.
kWh Meter digital terbagi menjadi dua jenis yaitu kWh meter digital pascabayar dan prabayar (menggunakan token). Hal yang membedakan dari keduanya hanyalah adanya keypad dan cara pembayarannya.
Cara Kerja kWh Meter Digital
- KWH Meter Digital Pascabayar
Cara kerja kWh meter digital pascabayar adalah dengan menggunakan sensor dan program mikroprosesor yang ada di dalamnya untuk mendeteksi dan mengukur seberapa banyak daya listrik yang digunakan.
- KWH Meter Digital Prabayar (Token)
Cara kerja kWh meter digital prabayar adalah dengan menggunakan sensor dan program mikroprosesor di dalamnya. Ketika memasukkan token listrik, maka mikroprosesor akan memverifikasi apakah tokennya benar atau salah.
Jika token yang dimasukkan benar maka input analog (token) diubah menjadi output digital berupa nominal daya listrik yang dibeli dan ditempilkan pada layar LCD. Namun jika token yang dimasukkan salah maka kWh Meter akan menampilkan keterangan “gagal” pada layar LCD.
Cara kerja selanjutnya ketika menggunakan daya listrik. Daya listrik yang digunakan akan dibaca dan diukur oleh sensor dan mikroprosesor.
3. Smart Meter
Smart Meter merupakan jenis meteran listrik yang memiliki banyak fitur canggih dan bisa terhubung internet. Smart meter memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kWh meter analog dan digital.
Kelebihan Smart Meter
Berikut ini merupakan kelebihan smart meter dibandingkan kWh meter analog dan digital.
4. KWH Meter 1 Phase
KWH Meter 1 Phase merupakan jenis meteran listrik yang dipasang pada listrik 1 phase. Alat ini dapat ditandai dengan jumlah kabel yang terpasang yaitu ada dua (1 untuk phase dan 1 lagi untuk netral). Listrik phase disimbolkan dengan “L” atau Line sedangkan netral disimbolkan dengan “N”. KWH Meter 1 phase menyalurkan tegangan listrik 1 phase yaitu 220 volt. Penggunaan alat jenis ini banyak dijumpai pada pelanggan rumah tangga.
5. KWH Meter 3 Phase
KWH Meter 3 Phase merupakan jenis meteran listrik yang dipasang pada listrik 3 phase. Alat ini dapat ditandai dengan jumlah kabel yang terpasang yaitu ada empat (3 untuk phase dan 1 lagi untuk netral). 3 kabel phase tersebut disimbolkan dengan phase R, S dan T sedangkan netral disimbolkan dengan N. KWH Meter 3 phase menyalurkan tegangan listrik 3 phase yaitu 380 volt. Penggunaan kWh meter jenis ini banyak dijumpai pada pelanggan perkantoran, kampus, pabrik dan industri kecil.