Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda
Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Banyak orang menganggap kabel grounding pasti aman untuk disentuh karena berfungsi sebagai jalur pengaman pada instalasi listrik. Namun, bagaimana jika kabel grounding justru terasa menyetrum? Kondisi ini bukanlah hal yang normal dan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kelistrikan.
Grounding yang bertegangan tidak boleh diabaikan karena dapat meningkatkan risiko sengatan listrik, kerusakan peralatan elektronik, bahkan memicu gangguan yang lebih serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat.
Grounding merupakan sistem yang menghubungkan instalasi listrik dengan bumi melalui penghantar khusus. Jalur ini berfungsi mengalirkan arus gangguan atau arus bocor ke tanah sehingga tidak mengalir melalui tubuh manusia maupun peralatan listrik.
Secara umum, grounding memiliki beberapa manfaat, yaitu:
Apabila kabel grounding terasa memiliki tegangan, biasanya terdapat masalah pada instalasi listrik. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.
Isolasi kabel yang rusak atau komponen listrik yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan arus bocor menuju jalur grounding. Apabila kebocoran ini cukup besar atau sistem grounding tidak bekerja dengan baik, kabel grounding dapat menimbulkan sensasi tersengat saat disentuh.
Grounding harus memiliki hubungan yang baik dengan tanah melalui elektroda yang memenuhi standar. Sambungan yang longgar, kabel yang putus, atau nilai resistansi grounding yang terlalu tinggi dapat menghambat pembuangan arus gangguan sehingga tegangan tetap muncul pada jalur grounding.
Pada beberapa instalasi, kabel grounding dipasang terlalu dekat dengan kabel yang membawa arus listrik. Medan elektromagnetik dari kabel tersebut dapat menginduksi tegangan kecil pada kabel grounding. Walaupun biasanya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperiksa agar tidak disalahartikan sebagai kebocoran arus.
Dalam sistem kelistrikan, penghantar netral dan grounding memiliki hubungan pada titik tertentu sesuai standar instalasi. Jika kabel netral mengalami gangguan, seperti sambungan longgar atau terputus, sebagian arus dapat mengalir melalui jalur grounding sehingga grounding menjadi bertegangan.
Sambaran petir atau switching pada jaringan listrik dapat menghasilkan lonjakan tegangan yang sesaat mengalir ke sistem grounding. Kondisi ini umumnya berlangsung sangat singkat, tetapi tetap dapat menimbulkan efek kejut apabila sistem proteksi tidak bekerja secara optimal.
Grounding yang menyetrum tidak hanya mengurangi fungsi perlindungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai risiko, antara lain:
Agar sistem grounding tetap bekerja sebagaimana mestinya, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
Pada kondisi normal, kabel grounding seharusnya tidak menimbulkan sengatan listrik. Jika grounding terasa bertegangan, kemungkinan terdapat masalah pada sistem kelistrikan, seperti kebocoran arus, instalasi grounding yang tidak sesuai, gangguan pada kabel netral, atau faktor lainnya.
Apabila Anda menemukan kondisi tersebut, jangan mencoba memperbaikinya tanpa pengetahuan dan peralatan yang memadai. Segera lakukan pemeriksaan menggunakan alat ukur yang sesuai atau hubungi teknisi listrik yang berpengalaman agar sumber masalah dapat diidentifikasi dan ditangani dengan aman.
Ingat, sistem grounding dibuat untuk melindungi. Jika justru menimbulkan sengatan, itu adalah sinyal bahwa instalasi listrik perlu segera diperiksa.