Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda
Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Safety helmet merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang berfungsi melindungi kepala dari benturan, benda jatuh, maupun bahaya lainnya di lingkungan kerja. Namun, tidak semua pekerja menyadari bahwa helm keselamatan memiliki masa pakai terbatas. Meskipun secara fisik masih terlihat baik, kemampuan helm dalam menyerap benturan dapat menurun seiring bertambahnya usia dan paparan lingkungan.
Karena itu, memahami masa pakai safety helmet menjadi langkah penting untuk memastikan perlindungan tetap optimal saat bekerja.
Secara umum, banyak produsen dan standar keselamatan mengacu pada rekomendasi bahwa cangkang (shell) safety helmet memiliki masa pakai sekitar 4–5 tahun sejak tanggal produksi, tergantung pada petunjuk dari masing-masing produsen serta kondisi penggunaannya.
Namun, safety helmet tidak harus menunggu masa pakai habis untuk diganti. Jika helm mengalami benturan keras, retak, berubah bentuk, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan lainnya, penggantian harus dilakukan segera meskipun usianya masih relatif baru.
Sebagian besar safety helmet dilengkapi dengan informasi tanggal produksi yang dicetak pada bagian dalam cangkang helm.
Kode tersebut biasanya menunjukkan:
Tahun pembuatan.
Bulan produksi.
Identitas produsen.
Standar keselamatan yang digunakan.
Klasifikasi atau tipe safety helmet.
Selain memperhatikan tanggal produksi, pekerja juga disarankan menuliskan tanggal pertama kali helm digunakan pada bagian dalam menggunakan spidol permanen. Informasi ini memudahkan perusahaan maupun pengguna dalam menentukan jadwal pemeriksaan dan penggantian APD.
Material penyusun safety helmet dapat mengalami penurunan kualitas akibat berbagai faktor, antara lain:
Paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus.
Suhu kerja yang tinggi.
Kontak dengan bahan kimia tertentu.
Perubahan cuaca.
Benturan berulang selama penggunaan.
Penurunan kualitas material sering kali tidak terlihat dari luar, tetapi dapat mengurangi kemampuan helm dalam menyerap energi benturan ketika terjadi kecelakaan.
Selain mengikuti rekomendasi masa pakai dari produsen, safety helmet sebaiknya langsung diganti apabila ditemukan kondisi berikut:
Cangkang helm retak, pecah, atau berubah bentuk.
Helm pernah menerima benturan keras, meskipun tidak terlihat rusak.
Suspensi atau harness di bagian dalam sudah aus, robek, atau tidak lagi terpasang dengan baik.
Warna helm memudar dan material terasa rapuh akibat paparan sinar matahari atau bahan kimia.
Komponen helm tidak lagi lengkap atau tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Pada lingkungan kerja dengan paparan panas tinggi, radiasi ultraviolet, maupun bahan kimia, umur pakai safety helmet dapat menjadi lebih pendek dibandingkan kondisi penggunaan normal. Oleh karena itu, inspeksi rutin sangat diperlukan.
Selain mengganti helm sesuai masa pakainya, lakukan pemeriksaan sebelum digunakan, antara lain:
Pastikan tidak ada retakan atau kerusakan pada cangkang.
Periksa kondisi suspensi dan tali dagu.
Pastikan seluruh komponen terpasang dengan baik.
Bersihkan helm secara berkala menggunakan metode yang direkomendasikan oleh produsen.
Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum helm digunakan di area kerja.
Safety helmet bukanlah APD yang dapat digunakan tanpa batas waktu. Meskipun masih tampak layak dari luar, kualitas materialnya dapat menurun karena faktor usia maupun lingkungan kerja. Oleh sebab itu, selalu perhatikan tanggal produksi, ikuti rekomendasi masa pakai dari produsen, lakukan inspeksi secara rutin, dan segera ganti helm apabila mengalami kerusakan atau benturan keras.
Dengan memastikan safety helmet selalu dalam kondisi prima, perlindungan terhadap risiko cedera kepala dapat tetap terjaga sehingga keselamatan kerja pun menjadi lebih optimal.