Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Computer Vision Syndrome (CVS) atau Sindrom Penglihatan Komputer adalah gangguan pada mata yang terjadi akibat penggunaan komputer, tablet, atau perangkat digital lainnya dalam jangka waktu yang lama. Gejala yang sering dialami meliputi mata lelah, kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Di era digital ini, di mana pekerjaan dan semua hiburan sebagian besar berbasis layar, CVS ini sudah menjadi masalah umum yang harus segera diatasi. Artikel ini akan membahas tentang apa itu CVS, gejala dan juga cara mencegahnya.
Computer Vision Syndrome (CVS), juga dikenal sebagai digital eye strain, adalah sebuah kondisi yang terkait dengan gangguan mata yang disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer secara terus menerus dalam waktu lama. Atau dengan kata lain CVS ini adalah adalah kumpulan gejala yang mengganggu mata dan penglihatan yang terkait dengan penggunaan komputer yang berlebihan, seperti desktop, laptop, tablet, smartphone dan perangkat elektronik lainnya, secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama. Rasa tidak nyaman pada mata akan menjadi lebih parah seiring waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat elektronik.
Computer Vision Syndrome (CVS) atau Digital Eye Strain disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer secara terus menerus dalam waktu lama. Berikut adalah beberapa penyebab utama:
1. Kualitas Layar
Huruf-huruf pada layar komputer yang tidak setajam pada media cetak memaksa mata untuk lebih fokus dalam membacanya.
2. Penggunaan Perangkat Elektronik Berbasis Komputer dalam Waktu Lama
Penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer, seperti laptop, tablet, dan smartphone, dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terjadinya CVS.
3. Frekuensi Berkedip
Frekuensi mata untuk berkedip cenderung berkurang saat menatap layar, menyebabkan mata menjadi lebih kering.
4. Kontras, Kerlipan dan Silau Cahaya
Kontras, kerlipan, dan silau cahaya yang berasal dari layar dapat menambah beban kerja pada mata.

Gejala-gejala yang timbul ketika terkena Computer Vision Syndrome (CVS) meliputi:
Untuk mencegah dampak Computer Vision Syndrome (CVS), Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Sesuaikan Cahaya Lingkungan Sekitar
Pastikan cahaya di lingkungan sekitar tidak terlalu terang atau terlalu gelap. Gunakan lampu meja yang dapat disesuaikan untuk mengurangi silau cahaya langsung dan tidak langsung.
2. Sesuaikan Posisi Meja Kerja
Pastikan posisi meja kerja dan kursi kerja nyaman. Jarak mata dengan layar komputer sekitar 60 cm (2 kaki) dan mata sedikit ke bawah saat melihat komputer.
3. Ubah Pengaturan pada Layar Komputer
Sesuaikan brightness dan kontras layar komputer untuk mengurangi beban kerja mata. Gunakan aplikasi yang dapat mengatur pencahayaan layar.
4. Gunakan Kacamata yang Sesuai
Jika Anda menderita rabun jauh, rabun dekat, mata silinder, atau mata tua, gunakan kacamata dengan lensa yang sesuai untuk membantu kerja mata.
5. Menggunakan Metode 20 20 20

Metode 20-20-20 adalah sebuah teknik yang dirancang untuk mencegah Computer Vision Syndrome (CVS) dan menjaga kesehatan mata. Berikut adalah cara melaksanakan metode 20-20-20:
Setiap 20 menit, Anda harus menghentikan aktivitas yang melibatkan layar komputer atau perangkat digital lainnya.
Alihkan pandangan Anda ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) untuk memberikan istirahat pada mata.
Tahan pandangan Anda pada objek tersebut selama minimal 20 detik. Ini memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat dan mengurangi kekakuan otot serta mengembalikan kelembaban mata yang mungkin hilang.
Dengan menerapkan metode 20-20-20 secara konsisten, Garuda Crew dapat mengurangi beban kerja mata, mencegah mata kering dan menjaga kesehatan mata secara optimal.

1. Control Panel Fire Alarm
Dalam instalasi fire alarm system dibutuhkan sebuah panel, karena sistem ini bekerja secara otomatis. Sehingga membutuhkan panel untuk mengontrol semuanya.
Panel tersebut bernama MCFA (Master control fire alarm) atau yang lebih sering disebut dengan panel fire alarm. MCFA akan berperan sebagai panel pusat yang akan mengatur dan mengendalikan semua detektor dan alarm bell yang terpasang.
Jadi semua data dan sinyal yang diberikan detector akan diolah MCFA. Kemudian baru mengeluarkan output berupa suara bunyi alarm maupun disertai dengan indikator visual. Dengan seperti ini, petugas yang memiliki tanggung jawab di bangunan tersebut bisa segera mengetahui lokasi kebakaran.
2. Audible Visual Fire Alarm

Menjadi komponen yang sangat penting, karena komponen inilah yang akan memberikan tanda kepada orang-orang disekitar jika sedang terjadi kebakaran. Nah, komponen peringatan fire alarm ini dibagi menjadi 3 macam dengan fungsi yang berbeda-beda, sebagai berikut.
Sebenarnya beberapa jenis audible visual fire alarm memiliki fungsi dan tujuan yang sama. Hanya saja, Anda bisa sesuaikan dengan peringatan seperti apa yang sedang dibutuhkan untuk proteksi bangunan Anda.
3. Power Supply

Seperti yang kita tahu bahwa, fire alarm system memiliki banyak detector, apalagi yang menggunakan model Full Addressable. Maka dari itu, dibutuhkan daya listrik yang lumayan besar agar semua detektor bisa terus aktif dan siap siaga.
Itulah mengapa dibutuhkan peran power supply untuk terus memberikan daya listrik ke seluruh jaringan instalasi sistem alarm kebakaran.

Mengetahui klasifikasi area berbahaya merupakan hal yang sangat penting dalam lingkungan kerja karena dapat membantu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi. Kecelakaan kerja dapat memiliki dampak negatif yang serius, termasuk cedera fisik yang parah atau bahkan kematian bagi pekerja yang terlibat.
Selain itu, kecelakaan juga dapat merugikan perusahaan dengan menyebabkan kerusakan pada peralatan dan properti, mengganggu produktivitas, serta menimbulkan biaya medis dan kompensasi yang tinggi.
Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja
Menerapkan tindakan pencegahan di tempat kerja memerlukan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam menerapkan tindakan pencegahan di tempat kerja:
Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah tanggung jawab bersama. Keselamatan kerja merupakan prioritas yang harus dipegang oleh semua pihak terlibat, baik manajemen perusahaan maupun para pekerja. Dengan memahami klasifikasi area berbahaya dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang serius.
Dan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang sesuai, seperti pelatihan keselamatan, penggunaan peralatan pelindung diri, dan penegakan prosedur keselamatan, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua.

Dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja berpotensi berbahaya, lifeline merupakan alat yang sangat penting. Dengan memilih dan menggunakan lifeline yang tepat, pekerja dapat bekerja dengan lebih percaya diri dan aman di ketinggian, mengurangi risiko jatuh bebas dan cedera yang serius. Namun, keselamatan tidak hanya tergantung pada pemilihan lifeline yang sesuai, tetapi juga pada pemahaman dan penggunaan yang benar oleh para pekerja.
Pentingnya kesadaran dan pelatihan dalam penggunaan lifeline tidak boleh diabaikan. Para pekerja perlu diberikan pemahaman mendalam tentang cara menggunakan lifeline dengan benar, termasuk cara memasangnya, mengaitkan diri dengan benar, dan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan kondisi lifeline tetap optimal. Hal ini akan memastikan bahwa lifeline dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam situasi darurat dan memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja.
Lifeline adalah alat penting yang digunakan dalam berbagai industri untuk melindungi keselamatan para pekerja di lingkungan kerja yang berpotensi berbahaya. Beberapa contoh penggunaan lifeline meliputi:
Tips Memilih Lifeline yang Tepat
Ketika memilih lifeline, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan agar memastikan keselamatan dan kinerja optimal. Berikut adalah beberapa tips dalam memilih lifeline yang tepat:

Keselamatan tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan pengelola proyek untuk memastikan bahwa semua pekerja dilengkapi dengan lifeline yang sesuai dan mendapat pelatihan yang diperlukan untuk menggunakan peralatan tersebut dengan aman.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, di mana setiap pekerja dapat bekerja dengan damai dan produktif, tanpa khawatir akan risiko yang tidak perlu.
Memilih lifeline yang tepat adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan serius terhadap beberapa faktor kunci. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih lifeline:
Tips Menggunakan Lifeline dengan Aman
Menggunakan lifeline dengan aman adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tempat kerja yang melibatkan pekerjaan di ketinggian. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menggunakan lifeline dengan aman: