Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Setelah menentukan kategori APD yang diperlukan, berikut panduan memilih APD yang tepat sesuai dengan potensi bahaya dan tingkat perlindungan yang diperlukan:
Pakaian Pelindung
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi tubuh atau pakaian pekerja saat terjadi kontak dengan bahan kimia berbahaya dan mencegah penyebaran kontaminasi. Pemilihan pakaian pelindung saat menangani bahan kimia tergantung pada risiko dan tingkat perlindungan yang diperlukan. Berikut beberapa pakaian pelindung yang dapat Anda gunakan saat menangani bahan kimia, antara lain:
a. Jas laboratorium
Jas laboratorium dapat digunakan untuk penggunaan skala kecil dan penanganan bahan kimia dengan risiko rendah. Pakaian pelindung ini berfungsi untuk mencegah kontaminasi bahan ke dalam tubuh, melindungi tubuh dan pakaian pekerja dari percikan, cipratan, atau tumpahan bahan kimia. Jas laboratorium dapat diaplikasikan untuk pemakaian umum, perlindungan dari bahan kimia, biologi, radiasi, dan bahaya fisik. Jas laboratorium harus terbuat dari bahan katun dan sintetik seperti nilon atau terylene dengan water repellent (pori-pori kain tidak dapat ditembus oleh air). Jas laboratorium tidak boleh dipakai di luar daerah laboratorium.
b. Apron
Apron biasanya diaplikasikan untuk penggunaan bahan kimia dalam jumlah besar dan berisiko tinggi. Apron digunakan untuk melindungi pekerja dari bahan yang bersifat korosif dan mengiritasi, cairan berbahaya, zat pelarut yang kuat, minyak dan pelumas padat/ gemuk (grease). Pakaian pelindung berbentuk seperti celemek ini biasanya terbuat dari bahan neoprene atau polyurethane dilapisi bahan nilon, terylene, atau karet alami. Ada juga yang terbuat dari bahan plastik, dengan rekomendasi tidak boleh dikenakan di area yang mengandung bahan kimia mudah terbakar karena bisa dapat menimbulkan kebakaran yang dipicu listrik statis.
c. Jumpsuits atau coverall
Pakaian pelindung ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi berisiko tinggi seperti menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah banyak. Jumpsuit atau coverall berfungsi untuk melindungi pekerja dari percikan, cipratan, atau tumpahan zat berbahaya berisiko tinggi.

Sumber: 3m.com
Jumpsuit atau coverall biasanya terbuat dari bahan karet, neoprene, viton, vinyl dan material lain yang mampu memberikan perlindungan tingkat tinggi kepada pekerja dari percikan bahan kimia yang bersifat karsinogen dan bahan kimia berisiko tinggi lainnya. Pakaian pelindung ini tersedia dalam dua jenis, yakni disposable coverall (sekali pakai) dan reusable coverall.
Catatan: Untuk penggunaan bahan kimia dalam jumlah besar dan berisiko tinggi, pekerja tidak diperkenankan menggunakan pakaian pelindung yang dijahit atau berpori (tidak tahan terhadap permeasi). Penggunaan apron dan jumpsuit/ coverall sangat direkomendasikan.
Pelindung Tangan
Fungsi utama pelindung tangan adalah melindungi tangan dari cedera akibat terkena bahan kimia atau terkena peralatan laboratorium yang pecah atau rusak serta melindungi tangan dari permukaan benda yang kasar atau tajam dan material panas atau dingin.

Bahan kimia biasanya dapat dengan cepat merusak material sarung tangan jika material yang dipilih tidak sesuai dengan sifat bahan kimia yang ditangani. Maka, material dan ketebalan menjadi pertimbangan utama saat memilih sarung tangan. Bahan sarung tangan yang dipilih harus sesuai dengan sifat bahan kimia yang ditangani. Sarung tangan yang digunakan saat menangani bahan kimia biasanya terbuat dari neoprene, polyvinyl chloride (PVC), polyvinyl alcohol (PVA), karet butil atau alam, karet sintetis, dan nitril.
Panduan umum pemilihan material sarung tangan berdasarkan jenis bahan kimia :
Keterangan:
S Suitable
F Fair (menawarkan perlindungan minimum namun tetap memadai, tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang)
NR Not recommended
S* Not suitable (tidak cocok digunakan untuk asam nitrat atau asam sulfat pada konsentrasi tinggi)
Catatan: Konsultasikan dengan produsen saat Anda memilih sarung tangan untuk penanganan bahan kimia.