CPR adalah singkatan dari Resusitasi Jantung Paru. Ini adalah prosedur darurat yang menggabungkan kompresi dada dan ventilasi buatan untuk mempertahankan aliran darah dan oksigenasi selama henti jantung. Tujuan utama CPR adalah untuk menjaga fungsi otak dan mempertahankan sirkulasi darah hingga pertolongan medis lanjutan tiba.
Mengapa CPR Penting?
CPR sangat penting karena dapat meningkatkan peluang bertahan hidup secara signifikan pada kasus henti jantung. Menurut American Heart Association (AHA), CPR segera dapat menggandakan atau bahkan melipatgandakan peluang bertahan hidup seseorang. Tanpa intervensi tepat waktu, kerusakan otak dapat terjadi dalam hitungan menit akibat kekurangan oksigen.
Kapan Melakukan CPR
CPR harus dilakukan ketika seseorang tidak responsif dan tidak bernapas atau tidak bernapas normal (terengah-engah agonal). Skenario umum meliputi:
Henti jantung mendadak
Tenggelam
Tersedak
Overdosis obat
Reaksi alergi yang parah
Apakah Karyawan Diizinkan Melakukan CPR di Tempat Kerja?
Pekerja umumnya diperbolehkan melakukan CPR dalam situasi darurat di tempat kerja, terutama jika mereka terlatih dalam pertolongan pertama atau CPR. Banyak tempat kerja mendorong atau bahkan mewajibkan karyawan tertentu untuk dilatih dalam CPR dan teknik penyelamatan jiwa lainnya sebagai bagian dari protokol keselamatan mereka. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin telah menunjuk petugas pertolongan pertama atau memastikan karyawan menerima pelatihan jika terjadi keadaan darurat.
Namun, penting untuk dicatat bahwa saat melakukan CPR, undang-undang "Orang Samaria yang Baik Hati" di banyak wilayah melindungi individu yang memberikan bantuan darurat, termasuk CPR, selama dilakukan dengan itikad baik dan tanpa kelalaian berat. Karyawan juga perlu mengetahui kebijakan perusahaan terkait pertolongan pertama dan prosedur darurat.
Sertifikasi CPR tersedia melalui organisasi seperti American Heart Association (AHA) , Palang Merah , dan rumah sakit atau pusat komunitas setempat . Kursus-kursus ini biasanya mencakup pelatihan langsung dan sertifikasi setelah berhasil diselesaikan.
Berikut adalah panduan untuk melakukan CPR.
Panduan Langkah demi Langkah untuk Melakukan CPR
Melakukan CPR melibatkan beberapa langkah penting. Ikuti petunjuk berikut dengan saksama untuk memastikan Anda memberikan bantuan yang efektif:
1. Periksa Responsivitas dan Pernapasan
Keselamatan adalah yang utama : Pastikan tempat kejadian aman bagi Anda dan korban (misalnya, periksa lalu lintas, kebakaran, dll.).
Ketuk dan teriak : Tepuk bahu orang tersebut dengan lembut dan tanyakan dengan keras, “Apakah kamu baik-baik saja?” untuk melihat apakah mereka merespons.
Periksa pernapasan : Lihat, dengarkan, dan rasakan pernapasan dengan mengamati pergerakan dada dan mendekatkan telinga Anda ke mulut dan hidung korban. Jika korban tidak bernapas atau hanya terengah-engah, segera lakukan CPR.
2. Meminta Bantuan
Hubungi 911 atau nomor darurat setempat : Minta orang di sekitar untuk menelepon, atau hubungi diri Anda sendiri jika Anda sendirian. Jika memungkinkan, aktifkan mode pengeras suara.
Minta AED : Jika Defibrilator Eksternal Otomatis (AED) tersedia, kirim seseorang untuk mengambilnya.
3. Mulailah Kompresi Dada
Posisikan diri Anda : Berlututlah di samping orang tersebut. Letakkan pangkal salah satu tangan di tengah dada orang tersebut, di antara putingnya. Letakkan tangan Anda yang lain di atas tangan pertama, kaitkan jari-jari Anda.
Mulai kompresi : Tekan dengan kuat dan cepat, tekan setidaknya 5 cm ke dalam dada dengan kecepatan 100-120 kompresi per menit. Biarkan dada mengembang sepenuhnya di antara setiap kompresi.
Lanjutkan kompresi : Terus lakukan kompresi hingga bantuan tiba atau orang tersebut mulai bernapas.
4. Buka Jalan Napas (Jika Anda sudah terlatih dan merasa nyaman)
Miringkan kepala dan angkat dagu : Letakkan satu tangan di dahi korban dan tangan lainnya di bawah dagunya. Miringkan kepala ke belakang secara perlahan untuk membuka jalan napas.
5. Berikan Napas Penyelamatan (Opsional untuk yang tidak terlatih atau orang yang berada di sekitar)
Jepit hidung : Jepit hidung korban hingga tertutup dan tutup mulutnya dengan mulut Anda, sehingga terbentuk segel yang sempurna.
Berikan dua napas buatan : Tiupkan napas buatan ke dalam mulut korban selama kurang lebih 1 detik, cukup untuk membuat dadanya mengembang. Berikan dua napas buatan setelah setiap 30 kompresi.
Jika Anda tidak terlatih atau tidak nyaman memberikan napas buatan, fokuslah hanya pada kompresi dada.
6. Gunakan AED (Jika tersedia)
Nyalakan AED : Ikuti perintah suara.
Pasang bantalan : Tempelkan bantalan AED ke dada korban yang telanjang sesuai petunjuk.
Berikan kejutan : Jika AED menyarankan kejutan, pastikan tidak ada seorang pun yang menyentuh orang tersebut dan tekan tombol kejutan.
Lanjutkan CPR : Setelah kejutan listrik, atau jika tidak ada kejutan listrik yang disarankan, segera lanjutkan kompresi dada.
7. Lanjutkan CPR
Lanjutkan siklus 30 kompresi dada dan 2 napas buatan (jika memberikan napas buatan) hingga layanan medis darurat tiba atau orang tersebut menunjukkan tanda-tanda kehidupan (seperti bernapas).
Pengingat Penting
Hukum Orang Samaria yang Baik Hati : Di banyak tempat, hukum ini melindungi mereka yang membantu dalam keadaan darurat, selama mereka bertindak wajar dan dengan itikad baik.
Jangan berhenti terlalu dini : CPR memang melelahkan, tetapi sangat penting untuk terus melakukannya hingga bantuan profesional tiba atau orang tersebut pulih.
Beralih jika lelah : Jika ada orang lain yang tersedia dan terlatih, lakukan kompresi dada secara bergantian untuk menghindari kelelahan.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Selama CPR
Bahkan dengan niat terbaik sekalipun, kesalahan tetap bisa terjadi selama CPR. Berikut beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:
Kompresi dada yang tidak memadai: Pastikan kompresi cukup dalam dan cepat.
Penempatan tangan yang salah: Letakkan tangan di tengah dada.
Napas penyelamatan tidak mencukupi: Pastikan dada mengembang setiap kali bernapas.
Menunda CPR: Segera mulai CPR jika korban tidak responsif dan tidak bernapas.