Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Studi Hazard Operability harusnya dilakukan pada tahap awal dari fase desain sebisa mungkin, untuk dapat mendapatkan pertimbangan ke desain. Namun, di sisi lain, untuk menyelesaikan sebuah Hazop, kita membutuhkan desain yang komplit. Sehingga, untuk memenuhi kedua hal tersebut, Hazop biasanya dilakukan sebagai pemeriksaan terakhir Ketika desain detail telah dilengkapi.
Hazard Operability juga bisa dilakukan pada fasilitas yang sudah ada (eksisting) untuk mengidentifikasikan tindakan yang perlu diimplementasikan untuk mengurangi risiko dan masalah operabilitas.
Standar dan Panduan Hazard Operability
Adapun standar Hazop yang bisa dijadikan acuan, antara lain:
Jenis Hazop
Metode dari hazard operability bisa dipakai dalam beberapa bidang, sehingga terdapat jenis-jenis hazop yang sesuai dengan bidang tersebut:
Anggota Hazop
Hazard operability tidak bisa dilakukan sendirian. Ia harus dilakukan secara bersama dari kumpulan orang lintas bidang yang memang mengerti tentang part studi yang diuji. Adapun anggota Hazop bisa terdiri dari
Leader Hazop
Leader Hazop seharusnya adalah orang yang berpengalaman dalam melakukan Hazard operability dan harus independen dalam arti ia tidak bertanggung jawab untuk proses dan/atau performa dari operasi. Hal ini penting untuk menghindari konflik kepentingan internal dari orang tersebut yang bisa mempengaruhi kualitas Hazop.
Tanggung jawab dari Leader Hazop antara lain:
Sekertaris Hazop
Sekertaris Hazop berperan menjadi juru catat dari diskusi yang dilakukan. Tanggung jawab sekertaris Hazop antara lain:
Anggota Hazop lain
Anggota lain dari Hazop antara lain:
Anggota tim dapat ditambah sesuai dengan proses actual, penambahan tersebut dapat meliputi: