Loading...
Mempersiapkan pengalaman terbaik untuk Anda

Instalasi Listrik (lampu) Di Rumah-Rumah Disusun Secara Pararel Tujuannya Adalah untuk memudahkan orang dalam mematikan satu perangkat listrik (barang elektronik) saja. Dalam artian ketika instalasi listrik dipasang paralel maka masing-masing barang elektronik (misalnya lampu) memiliki aliran listriknya tersendiri dan dapat dioperasikan dengan saklarnya.
Sehingga tujuan sebenarnya adalah untuk membagi 1 aliran listrik utama menjadi beberapa aliran listrik agar dapat digunakan ke masing-masing perangkat elektronik. Jadi apabila kalian mengoperasikan saklar pada suatu instalasi maka yang akan berpengaruh hanya satu benda elektronik saja.
Berbeda halnya apabila instalsi listrik di rumah kalian disusun secara seri maka satu saklar mempengaruhi semua benda elektronik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami ilustrasikan dengan menggunakan gambar instalsi yang disusun paralel dan disusun seri agar memudahkan kalian dalam memahaminya.
Instalasi Paralel
Dari gambar terlihat sebuah instalasi dengan 3 buah saklar dan 3 buah lampu yang disusun paralel. Masing-masing saklar tersebut mengendalikan 1 buah lampu dan bersumber dari 1 aliran listrik utama (Sumber Listrik). Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam mengoperasikan satu buah lampu saja.
Kalian bisa mematikan lampu satu dengan menggunakan saklar 1 dan begitu pun dengan lampu-lampu lainnya. Sehingga dengan kata lain aliran listrik utama (sumber listrik) dibagi / dipecah menjadi beberapa bagian untuk masing-masing lampu (benda elektronik).
Instalasi Seri
Dari gambar terlihat sebuah instalasi yang disusun seri dengan 1 buah saklar disertai 3 buah lampu. Instalsi yang disusun seri ini hanya memiliki satu buah saklar sehingga untuk mengoperasikan ketiga lampu cukup menggunakan satu saklar saja. Namun instalasi listrik susun seri ini tidak bisa mengoperasikan satu buah lampu saja melainkan kedua lampu lainnya juga akan berperngaruh.
Namun jika kalian bertanya / berspekulasi “Kan tinggal ditambahkan saklar saja untuk masing-masing lampu”. Baik, untuk menjawab tanggapan kalian itu, kami akan memberikan ilustrasi dalam bentuk gambarnya juga berikut ini.
Dari gambar terlihat sebuah instalasi yang disusun seri dengan 3 buah saklar beserta lampunya masing-masing. Instalsi ini akan memberikan beberapa kondisi :
Kondisi 1 : Apabila saklar 3 ditekan maka lampu 3 akan beroperasi.
Kondisi 2 : Apabila Saklar 2 ditekan maka lampu 2 beroperasi namun saklar 3 tidak berfungsi apabila saklar 2 off. Hal tersebut dikarenakan saklar 2 memutus aliran listrik ke saklar 3 dan lampu 3.
Kondisi 3 : Apabila Saklar 1 ditekan maka lampu 1 beroperasi namun saklar 2 dan 3 tidak berfungsi apabila saklar 1 off. Hal tersebut dikarenakan saklar 1 memutus aliran listrik ke saklar 2,3 dan lampu 2,3.
Dari ketiga kondisi tersebut dipenaruhi oleh satu aliran listrik saja sehingga apabila aliran listrik di depannya terputus maka perangkat listrik di belakangnya juga akan terputus.
Kesimpulan :
1. Instalasi Listrik Di Rumah Rumah Disusun Secara Pararel Tujuannya Adalah untuk membagi beberapa aliran listrik ke masing-masing barang elektronik.
2. Instalasi Listrik Paralel adalah suatu instalasi yang mebagi satu aliran listrik utama menjadi beberapa bagian untuk diteruskan ke masing-masing peralatan listrik.
3. Instalasi Listrik Seri Adalah suatu instalasi dengan menggunakan satu aliran listrik utama saja dan aliaran listrik tersebut mengendalikan semua komponen listrik yang terhubung.

Keselamatan tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan pengelola proyek untuk memastikan bahwa semua pekerja dilengkapi dengan lifeline yang sesuai dan mendapat pelatihan yang diperlukan untuk menggunakan peralatan tersebut dengan aman.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, di mana setiap pekerja dapat bekerja dengan damai dan produktif, tanpa khawatir akan risiko yang tidak perlu.
Memilih lifeline yang tepat adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan serius terhadap beberapa faktor kunci. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih lifeline:
Tips Menggunakan Lifeline dengan Aman
Menggunakan lifeline dengan aman adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tempat kerja yang melibatkan pekerjaan di ketinggian. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menggunakan lifeline dengan aman:

Antasida adalah obat untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, atau rasa panas di dada. Obat ini bisa digunakan dalam pengobatan sakit maag, penyakit asam lambung (GERD), tukak lambung, atau gastritis.
Antasida (antacid) bekerja dengan cara menetralkan asam lambung sehingga keluhan akibat naiknya asam lambung akan mereda. Obat ini dapat bekerja dalam hitungan jam setelah diminum. Namun, antasida hanya bisa meredakan gejala dan tidak dapat mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.
Sukralfat atau sucralfate adalah obat untuk mengatasi tukak lambung, ulkus duodenum, atau gastritis kronis. Sukralfat tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, dan suspensi yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Sukralfat bekerja dengan cara menempel di bagian lambung atau usus yang terluka. Obat ini melindungi lukadari asam lambung, enzim pencernaan, dan garam empedu. Dengan begitu, sukralfat mencegah luka menjadi semakin parah dan membantu penyembuhan luka lebih cepat.
Jika nantinya dengan penerapan pola hidup sehat tersebut kekambuhan sakit maag masih sering terjadi dan belum dapat teratasi dengan secara mandiri, maka sebaiknya periksakan diri anda ke dokter penyakit dalam.
sumber : alodokter

1. Control Panel Fire Alarm
Dalam instalasi fire alarm system dibutuhkan sebuah panel, karena sistem ini bekerja secara otomatis. Sehingga membutuhkan panel untuk mengontrol semuanya.
Panel tersebut bernama MCFA (Master control fire alarm) atau yang lebih sering disebut dengan panel fire alarm. MCFA akan berperan sebagai panel pusat yang akan mengatur dan mengendalikan semua detektor dan alarm bell yang terpasang.
Jadi semua data dan sinyal yang diberikan detector akan diolah MCFA. Kemudian baru mengeluarkan output berupa suara bunyi alarm maupun disertai dengan indikator visual. Dengan seperti ini, petugas yang memiliki tanggung jawab di bangunan tersebut bisa segera mengetahui lokasi kebakaran.
2. Audible Visual Fire Alarm

Menjadi komponen yang sangat penting, karena komponen inilah yang akan memberikan tanda kepada orang-orang disekitar jika sedang terjadi kebakaran. Nah, komponen peringatan fire alarm ini dibagi menjadi 3 macam dengan fungsi yang berbeda-beda, sebagai berikut.
Sebenarnya beberapa jenis audible visual fire alarm memiliki fungsi dan tujuan yang sama. Hanya saja, Anda bisa sesuaikan dengan peringatan seperti apa yang sedang dibutuhkan untuk proteksi bangunan Anda.
3. Power Supply

Seperti yang kita tahu bahwa, fire alarm system memiliki banyak detector, apalagi yang menggunakan model Full Addressable. Maka dari itu, dibutuhkan daya listrik yang lumayan besar agar semua detektor bisa terus aktif dan siap siaga.
Itulah mengapa dibutuhkan peran power supply untuk terus memberikan daya listrik ke seluruh jaringan instalasi sistem alarm kebakaran.

Peran klasifikasi area berbahaya sangat penting dalam pencegahan kecelakaan karena memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menetapkan prioritas keselamatan dengan lebih efektif. Dengan mengetahui klasifikasi tersebut, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai, seperti menyusun prosedur keselamatan yang tepat dan menyediakan pelatihan kepada pekerja.
Selain itu, pengetahuan akan klasifikasi area berbahaya juga dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan pekerja terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja mereka, sehingga membantu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan. Dengan demikian, pemahaman akan klasifikasi area berbahaya menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Klasifikasi area berbahaya tersebut mencakup berbagai tingkat risiko dan karakteristik yang berbeda. Ini penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan di lingkungan kerja. Berikut adalah penjelasan singkat tentang setiap klasifikasi:
Tindakan Pencegahan untuk Masing-Masing Klasifikasi Area Berbahaya
Tindakan pencegahan untuk setiap klasifikasi area berbahaya dirancang untuk mengidentifikasi, mengurangi, dan mengendalikan risiko potensial yang terkait dengan area tersebut. Berikut adalah penjelasan lebih rinci untuk masing-masing klasifikasi: