Minimal Diploma atau Sarjana dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Teknik Lingkungan, Pertanian, Kehutanan atau disiplin ilmu terkait.
Wajib telah memiliki pengalaman minimal 1 tahun dan maksimum 3 tahun di bidang Sertifikasi Kelapa Sawit, khususnya ISPO di Pabrik Kelapa Sawit (Apabila memiliki sertifikat Auditor ISPO dapat dilampirkan).
Bersedia ditempatkan di lokasi kebun project.
Sertifikasi HSE atau sertifikasi terkait keberlanjutan merupakan nilai tambah yang signifikan.
Subject: Posisi Yang Dilamar - Nama.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Membantu pelaksanaan dan pemeliharaan standar sertifikasi keberlanjutan kelapa sawit, seperti ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), RSPO, atau ISO 14001 di area kebun dan pabrik kelapa sawit.
Melakukan pengawasan dan inspeksi penerapan K3 harian, penggunaan APD, serta kepatuhan prosedur kerja aman pada operasional panen, pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga pengolahan di pabrik (mill).
Menyusun, memverifikasi, dan memperbarui identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko (HIRADC/JSA) dan analisis dampak lingkungan (Aspect-Impact) untuk operasional kebun dan pabrik.
Memantau pelaksanaan pengelolaan limbah B3, limbah padat, serta pengolahan air limbah cair kelapa sawit (POME/WWTP) agar sesuai dengan parameter baku mutu lingkungan dan perizinan pemerintah.
Menyelenggarakan kegiatan sosialisasi K3LH, Tool Box Meeting harian, kampanye konservasi lingkungan, serta pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Mendampingi pelaksanaan audit internal dan eksternal terkait sertifikasi keberlanjutan, audit SMK3, serta pengujian kualitas lingkungan oleh instansi terkait.
Menyusun laporan ketaatan lingkungan berkala (UKL-UPL/AMDAL), neraca limbah B3, rekapitulasi data jam kerja selamat, dan laporan kinerja keberlanjutan kepada Sustainability & HSE Manager.
Mengembangkan, mengimplementasikan, dan memelihara program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (HSE) yang komprehensif sesuai dengan standar dan regulasi nasional dan internasional.
Melakukan inspeksi rutin dan audit keselamatan di lokasi operasional untuk mengidentifikasi potensi risiko dan non-konformitas.
Menyelidiki insiden dan kecelakaan kerja, mendokumentasikan temuan, dan merekomendasikan tindakan korektif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Merancang dan menyelenggarakan program pelatihan dan edukasi HSE untuk semua tingkat karyawan, memastikan kesadaran keselamatan yang tinggi di seluruh organisasi.
Mengembangkan dan memantau strategi keberlanjutan yang selaras dengan misi perusahaan dan mengurangi dampak lingkungan operasi pertanian.
Mengelola dokumentasi HSE dan keberlanjutan, termasuk pencatatan insiden, laporan kepatuhan, dan data lingkungan.
Berkolaborasi dengan departemen terkait untuk mengintegrasikan praktik keberlanjutan dalam semua aspek operasi pertanian dan layanan.
Memantau dan memperbarui kebijakan HSE untuk memastikan keselarasan dengan perubahan regulasi dan standar industri.
Menyiapkan laporan berkala tentang kinerja HSE dan keberlanjutan untuk manajemen senior dan pemangku kepentingan.
Harus punya keterampilan:
Memiliki pemahaman mengenai standar/sertifikasi yang relevan di industri kelapa sawit, seperti ISPO, RSPO, PROPER, ISCC atau standar sustainability lainnya.
Pengetahuan mendalam tentang peraturan dan standar HSE di Indonesia, termasuk Peraturan Perundang-undangan K3 dan standar internasional seperti ISO 45001.
Pemahaman kuat tentang praktik keberlanjutan pertanian dan dampak lingkungan dari operasi agribisnis.
Keterampilan investigasi dan analitik yang kuat untuk mengevaluasi insiden dan mengidentifikasi area perbaikan.
Kemampuan untuk bekerja secara independen dan kolaboratif dalam lingkungan yang dinamis dengan berbagai kelompok pemangku kepentingan.