Pendidikan minimal S1 atau Sederajat dari Jurusan Teknik, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan Masyarakat, atau bidang terkait.
Berpengalaman kerja minimal 3-5 tahun sebagai HSE Coordinator atau HSE Supervisor, diutamakan dari industri offshore/onshore services, fabrikasi baja, EPC migas, atau pertambangan.
Sertifikasi & Pelatihan:
Sertifikat wajib Ahli K3 Umum (AK3U) dari Kemnaker RI atau BNSP yang masih berlaku.
Sertifikat pelatihan Basic Fire Fighting yang aktif.
Sertifikasi atau pelatihan CSMS, SMK3 / OHSAS / ISO 45001, Incident Investigation (Pemeriksaan & Penyelidikan Kecelakaan Kerja), serta Environmental Awareness / Waste Management.
Sertifikat pendukung seperti K3 Migas, BST (Basic Safety Training) untuk offshore, atau Auditor Internal SMK3/ISO menjadi nilai tambah utama.
Subject: Posisi - Domisili Pelamar.
Contoh: HSE Coordinator - Samarinda.
Tugas & Tanggung Jawab
Mengoordinasikan dan memantau penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3), OHSAS / ISO 45001, ISO 14001, serta standar Contractor Safety Management System (CSMS) di seluruh area proyek onshore, offshore, dan fasilitas fabrikasi baja.
Menyusun dokumen perencanaan HSE, identifikasi bahaya dan penilaian risiko (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA), serta prosedur izin kerja aman (Work Permit) untuk pekerjaan berisiko tinggi.
Memimpin investigasi dan pemeriksaan kecelakaan kerja (Incident Investigation), menganalisis akar masalah (RCA), serta memastikan pelaksanaan tindakan korektif dan pencegahan di seluruh unit kerja.
Mengelola program kesadaran lingkungan (Environmental Awareness) dan pengelolaan limbah operasional, termasuk penanganan limbah B3 dan non-B3 sesuai regulasi pemerintah.
Menyelenggarakan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran dasar (Basic Fire Fighting), simulasi tanggap darurat, Safety Induction, dan HSE Campaign secara rutin.
Melakukan koordinasi dengan pihak manajemen, tim proyek, klien industri migas/tambang, serta instansi pemerintah terkait audit kepatuhan dan pelaporan HSE.
Mengolah data statistik K3LH, menyusun laporan kinerja HSE tingkat manajerial menggunakan Microsoft Office, serta menyajikan evaluasi berkala kepada para pemangku kepentingan.
Harus punya keterampilan:
Keahlian Teknis (Hard Skills): Pengoordinasian HSE offshore/onshore, implementasi CSMS, investigasi kecelakaan kerja (RCA), audit SMK3/ISO 45001, pengelolaan limbah & environmental awareness, penguasaan MS Office expert, dan penyusunan HSE Plan.
Soft Skills: Kepemimpinan operasional, komunikasi assertif bahasa Inggris, kemandirian kerja, kerja sama tim, kemampuan analisis masalah, dan manajemen krisis.