Pendidikan minimal S1 Kesehatan Masyarakat, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, atau jurusan lain yang relevan. Pendidikan S2 menjadi nilai tambah.
Memiliki pengalaman minimal 8 tahun di bidang HSE, dengan pengalaman minimal 3 tahun sebagai HSE Manager atau HSE Superintendent pada proyek konstruksi gedung, kawasan industri, logistik, pergudangan, EPC, atau infrastruktur berskala besar.
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3 Umum) yang masih aktif. Sertifikasi tambahan seperti Auditor SMK3, Auditor Internal ISO 45001, Auditor Internal ISO 14001, Ahli K3 Konstruksi, Lead Auditor ISO, NEBOSH International General Certificate, IOSH Managing Safely, atau sertifikasi HSE lainnya akan menjadi nilai tambah.
Bersedia ditempatkan di seluruh lokasi proyek perusahaan di Indonesia dan melakukan perjalanan dinas sesuai kebutuhan operasional.
Subject Email: Posisi Dilamar - Nama Kandidat
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Memimpin implementasi sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (HSE) pada seluruh proyek perusahaan sesuai regulasi pemerintah, standar perusahaan, dan persyaratan klien.
Menyusun strategi, kebijakan, sasaran, program kerja, anggaran, serta Key Performance Indicator (KPI) HSE untuk mendukung pencapaian target operasional perusahaan.
Memastikan seluruh aktivitas konstruksi dilaksanakan sesuai ketentuan K3 melalui penerapan HIRADC, Permit to Work (PTW), Job Safety Analysis (JSA), inspeksi rutin, safety patrol, serta pengawasan terhadap pekerjaan berisiko tinggi.
Mengawasi pelaksanaan safety induction, toolbox meeting, pelatihan HSE, kampanye keselamatan, emergency drill, serta program peningkatan budaya keselamatan kerja di seluruh proyek.
Memimpin investigasi kecelakaan kerja, near miss, kejadian lingkungan, serta melakukan Root Cause Analysis dan memastikan tindakan korektif maupun preventif dilaksanakan secara efektif.
Melakukan monitoring terhadap kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran lingkungan, kesiapsiagaan keadaan darurat, serta penerapan standar keselamatan konstruksi.
Menyusun laporan HSE kepada manajemen dan klien secara berkala, termasuk statistik kecelakaan kerja, hasil audit, capaian KPI, temuan inspeksi, serta rekomendasi peningkatan kinerja HSE.
Mengkoordinasikan pelaksanaan audit internal maupun eksternal, inspeksi regulator, serta memastikan seluruh proyek memenuhi persyaratan SMK3, ISO 45001, ISO 14001, dan standar keselamatan yang dipersyaratkan.
Membina, mengembangkan, serta mengevaluasi kinerja seluruh personel HSE agar tercipta budaya kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki kepemimpinan yang kuat, integritas tinggi, kemampuan komunikasi yang efektif, kemampuan coaching dan mentoring, berpikir strategis, analisis yang tajam, problem solving, pengambilan keputusan, negosiasi, manajemen konflik, kemampuan presentasi, adaptabilitas, manajemen waktu, serta safety leadership yang kuat.
Hard Skill:
Implementasi SMK3, ISO 45001, ISO 14001, HIRADC, Job Safety Analysis (JSA), Permit to Work (PTW), Behaviour Based Safety (BBS), Contractor Safety Management System (CSMS), Root Cause Analysis, Incident Investigation, Emergency Response Management, Fire Safety Management, Environmental Management, Construction Safety Management, Audit HSE, Microsoft Office, HSE Reporting, Risk Management, serta penyusunan kebijakan dan prosedur HSE.