HSE Officer PT Sumber Daya Energi (Kalsel) - PT Sumber Daya Energi (Kalsel)
Detail Karir
HSE Officer PT Sumber Daya Energi (Kalsel)
PT Sumber Daya Energi (Kalsel)
Jl. poros provinsi desa No.km. 374, magalau hulu, Kec. Kelumpang Bar., Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Gendang Timburu, Kec. Sungai Durian, Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan 72164.
Pendidikan minimal D3 atau S1 Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, atau jurusan teknik terkait.
Memiliki pengalaman kerja sebagai HSE Officer / Safety Officer minimal 2 tahun, diutamakan yang memiliki pengalaman langsung pada operasional pertambangan batu bara bawah tanah (underground coal mining) atau pertambangan mineral bawah tanah.
Sertifikasi & Pelatihan:
Wajib memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) terbitan resmi Kemnaker RI yang masih aktif.
Wajib memiliki Sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP) dari BNSP / Kementerian ESDM yang masih aktif.
Wajib memiliki Sertifikat Training of Trainer (TOT) terbitan resmi BNSP.
Wajib memiliki Sertifikat Basic Fire Fighting dan Sertifikat First Aid (P3K) resmi.
Sertifikasi tambahan seperti K3 Pertambangan Bawah Tanah, Gas Tester, atau Mine Rescue merupakan nilai tambah utama.
Bersedia ditempatkan secara penuh di lokasi proyek/site tambang bawah tanah di Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan pengawasan dan inspeksi keselamatan harian pada seluruh area operasional tambang bawah tanah, mencakup terowongan utama, front penambangan, sistem penyangga, serta fasilitas permukaan (surface facilities).
Mengidentifikasi potensi bahaya spesifik tambang bawah tanah (gas metana, debu batu bara, runtuhan batuan, bahaya kebakaran, serta kecukupan ventilasi), menilai risiko, serta menyusun dan memverifikasi dokumen HIRADC dan Job Safety Analysis (JSA).
Melaksanakan pengujian dan pemantauan rutin kualitas udara tambang bawah tanah, kadar gas berbahaya/beracun, serta kelayakan fungsi sistem ventilasi dan jalur evakuasi darurat (escape way).
Memastikan kepatuhan penuh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) khusus tambang bawah tanah, Self-Contained Self-Rescuer (SCSR), lampu kepala (cap lamp), serta peralatan keselamatan operasional lainnya.
Menyelenggarakan briefing keselamatan harian (Safety Talk / Tool Box Meeting) sebelum penurunan shift serta memberikan edukasi dan pelatihan K3 berkala bagi pekerja tambang bawah tanah.
Melakukan investigasi awal atas insiden kecelakaan kerja, kejadian berbahaya tambang, atau kejadian hampir celaka (near-miss), menganalisis akar penyebab masalah (RCA), serta menyusun rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan (CAPA).
Memimpin dan memfasilitasi kesiapsiagaan tim tanggap darurat (Emergency Response Team) untuk penanganan kebakaran bawah tanah, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta evakuasi darurat.
Menyusun laporan kinerja HSE harian, rekapitulasi checklist inspeksi area terowongan, data jam kerja selamat, serta dokumentasi administrasi K3 pertambangan kepada HSE Manager dan Teknik Tambang Yang Berwenang (TTB).
Harus punya keterampilan:
Keahlian Teknis (Hard Skills): Pengawasan K3 tambang bawah tanah (underground mining), pemantauan gas & ventilasi terowongan, penyusunan HIRADC & JSA, penanganan Basic Fire Fighting & First Aid, pelaksanaan pengawasan operasional (POP), metodologi instruksi pelatihan (TOT), investigasi insiden tambang (RCA), serta penyusunan laporan HSE site pertambangan.
Soft Skills: Kepemimpinan keselamatan lapangan, kemampuan mengajar & edukasi (TOT), ketegasan penegakan norma K3, ketahanan fisik & mental di area bawah tanah, komunikasi teknis & persuasif, ketelitian observasi bahaya, serta manajemen tanggap darurat.