Pendidikan minimal Diploma Tiga (D3) atau Sarjana (S1) Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, atau jurusan teknik terkait.
Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai HSE Officer / Staf K3 di industri Minyak dan Gas Bumi (Migas), khususnya pada proyek konstruksi perpipaan (piping/pipeline), infrastruktur energi, atau fasilitas distribusi BBM/gas.
Sertifikasi & Pelatihan:
Wajib memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) terbitan resmi Kemnaker RI yang masih aktif ATAU Sertifikat K3 Migas (Pengawas K3 Migas / Operator K3 Migas) dari BNSP / Kementerian ESDM yang masih aktif.
Memiliki sertifikasi atau pelatihan pendukung seperti Gas Tester, Work at Height, Confined Space Safety, First Aid (P3K), atau K3 Kebakaran / Fire Fighting sektor Migas merupakan nilai tambah utama.
Bersedia bekerja penuh dengan sistem kontrak berbasis proyek (durasi 1 tahun) untuk penempatan area Jakarta.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan pengawasan dan inspeksi keselamatan harian di sepanjang jalur penggalian, perpipaan, pengelasan, pelapisan pipa (coating), penanaman pipa, hingga titik penyambungan fasilitas penerimaan BBM.
Menyusun, merevisi, dan mengawasi pelaksanaan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA), serta Sistem Izin Kerja Aman (Permit to Work / PTW) khusus kegiatan panas, penggalian dalam, ruang terbatas (confined space), dan pengangkatan alat berat (rigging/lifting).
Mengawasi penerapan standar Contractor Safety Management System (CSMS) Pertamina, memastikan seluruh kriteria keselamatan sub-kontraktor, pekerja lapangan, dan pengoperator alat berat terpenuhi secara ketat.
Memantau kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar Migas, pengujian deteksi gas berbahaya (gas testing), kesiapsiagaan peralatan tanggap darurat, serta penanganan potensi tumpahan bahan bakar/B3.
Menyelenggarakan briefing keselamatan harian (Safety Talk / Tool Box Meeting) sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi serta memberikan Safety Induction bagi seluruh pekerja proyek dan tamu site.
Melakukan investigasi atas kejadian insiden kecelakaan kerja, kebocoran pipa, kecelakaan lalu lintas proyek, atau kejadian hampir celaka (near-miss), menganalisis akar penyebab masalah (RCA), serta menyusun rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan (CAPA).
Mengoordinasikan kesiapsiagaan tim tanggap darurat proyek (Emergency Response Team) dalam mengantisipasi potensi kebakaran, ledakan, kebocoran gas/BBM, maupun kondisi darurat lalu lintas perkotaan.
Menyusun dan menyampaikan laporan harian, mingguan, dan bulanan kinerja HSE proyek, statistik jam kerja selamat, serta dokumen ketaatan regulasi kepada HSE Manager, Project Manager, dan Manajemen HSE Pertamina.
Harus punya keterampilan:
Keahlian Teknis (Hard Skills): Pengawasan K3LL konstruksi jalur pipa BBM/Migas, implementasi CSMS Pertamina & PTW Migas, penyusunan HIRADC & JSA, gas testing & pemantauan area terbatas, penanganan tanggap darurat tumpahan BBM/kebakaran, investigasi insiden (RCA), serta penyusunan laporan HSE proyek berkala.
Soft Skills: Ketegasan penegakan norma K3 Migas di lapangan, komunikasi teknis lintas pihak (klaster proyek & kontraktor), kedisiplinan kerja tinggi, ketelitian analisis risiko, manajemen krisis & tanggap darurat, serta kerja sama tim proyek.