Pendidikan minimal D3 atau S1 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri, atau jurusan lain yang relevan.
Memiliki pengalaman minimal 2–3 tahun sebagai Safety Officer, HSE Officer, atau posisi sejenis pada proyek gardu induk (Substation), transmisi, pembangkit listrik, EPC, kelistrikan, atau infrastruktur energi.
Memiliki pengalaman pada proyek Gardu Induk 20 kV, 70 kV, 150 kV, 275 kV, 500 kV, PLTS, PLTU, PLTG, atau proyek transmisi tenaga listrik menjadi nilai tambah.
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3 Umum) yang masih berlaku. Memiliki Sertifikat K3 Kelistrikan menjadi nilai tambah. Memiliki Sertifikat Ahli Muda K3 Konstruksi atau Ahli Madya K3 Konstruksi menjadi nilai tambah.
Bersedia ditempatkan di Pasuruan sesuai kebutuhan proyek.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melaksanakan dan memastikan implementasi program Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) pada seluruh aktivitas pembangunan Gardu Induk (Substation) sesuai dengan regulasi pemerintah, standar perusahaan, dan persyaratan pemilik proyek.
Melakukan inspeksi rutin terhadap area gardu induk, pekerjaan instalasi listrik, pengujian, commissioning, peralatan kerja, dan fasilitas pendukung.
Melaksanakan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko terhadap seluruh aktivitas pekerjaan kelistrikan.
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan berisiko tinggi, termasuk pekerjaan bertegangan, pengangkatan material, pekerjaan di ketinggian, penggalian, hot work, dan pekerjaan yang memerlukan Permit to Work (PTW).
Memastikan implementasi sistem Lock Out Tag Out (LOTO), isolasi energi, grounding, dan prosedur bebas tegangan dilaksanakan sesuai standar keselamatan.
Memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar dan melakukan tindakan korektif terhadap setiap pelanggaran K3.
Melaksanakan Safety Induction, Toolbox Meeting, Safety Briefing, serta kampanye budaya keselamatan kepada seluruh pekerja dan kontraktor.
Melakukan investigasi kecelakaan kerja, near miss, electrical incident, dan unsafe condition, serta menyusun rekomendasi tindakan korektif dan pencegahan.
Menyusun laporan harian, mingguan, dan bulanan mengenai inspeksi, aktivitas HSE, statistik kecelakaan kerja, serta Key Performance Indicator (KPI) HSE.
Melakukan monitoring kesiapsiagaan tanggap darurat, termasuk pemeriksaan APAR, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pelaksanaan simulasi keadaan darurat.
Berkoordinasi dengan HSE Manager, Project Manager, Site Manager, tim Engineering, kontraktor, subkontraktor, serta pemilik proyek dalam pelaksanaan program K3.
Mendukung implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan mendorong tercapainya target Zero Accident selama pelaksanaan proyek.
Harus punya keterampilan:
Memahami penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
Memahami regulasi K3 Konstruksi, K3 Kelistrikan, serta standar keselamatan pada pekerjaan instalasi gardu induk dan jaringan tenaga listrik.
Mampu melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko menggunakan metode HIRADC dan Job Safety Analysis (JSA).
Memahami sistem Permit to Work (PTW), Lock Out Tag Out (LOTO), isolasi energi, grounding, dan pengendalian energi berbahaya.
Memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, serta penyusunan laporan yang baik.
Mampu mengoperasikan Microsoft Office, terutama Microsoft Excel, Word, dan PowerPoint.