Pendidikan minimal D3/S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Otomasi, atau jurusan teknik terkait.
Pengalaman kerja minimal 2 tahun sebagai Safety Officer di kontraktor kelistrikan, proyek otomasi pabrik, atau instalasi fire system.
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) Kemnaker RI atau Petugas K3 Listrik yang masih aktif.
Bersedia ditempatkan di proyek area Gresik dan bekerja mengikuti jadwal operasional lapangan.
Diutamakan kandidat yang berdomisili di Kabupaten Gresik, Surabaya, atau wilayah Jawa Timur sekitarnya.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Mengawasi dan memastikan seluruh proyek instalasi kelistrikan, sistem otomasi industri, mekanikal, dan fire system di Gresik berjalan sesuai dengan regulasi K3 Permenaker No. 12 Tahun 2015 serta standar keselamatan nasional.
Melaksanakan safety patrol harian di area proyek industri guna mengidentifikasi potensi bahaya bahaya listrik, tindakan tidak aman (unsafe acts), dan kondisi tidak aman (unsafe conditions).
Menyusun, mengevaluasi, dan mengarahkan penerapan HIRADC, Job Safety Analysis (JSA), serta Sistem Izin Kerja Khusus (Permit to Work) seperti pekerjaan listrik tegangan tinggi, hot work, dan pekerjaan ketinggian.
Memastikan penerapan prosedur Lockout/Tagout (LOTO) secara konsisten pada saat pengujian, pemeliharaan, maupun komisioning panel listrik dan perangkat otomasi.
Memimpin kegiatan Safety Talk, Toolbox Meeting (TBM), dan induksi K3 bagi seluruh teknisi, penguji sistem, serta subkontraktor sebelum pekerjaan dimulai.
Mengawasi ketersediaan, kelayakan, serta kepatuhan penggunaan APD khusus (seperti sarung tangan isolasi listrik, sepatu dielectric, dan pelindung wajah) oleh seluruh pekerja.
Menangani investigasi awal terhadap kejadian insiden, sengatan listrik (electrical shock), near-miss, atau potensi bahaya teknis, serta menyusun laporan K3 harian dan bulanan kepada HSE Coordinator dan Management.
Harus punya keterampilan:
Hard Skills: Penerapan Electrical Safety dan LOTO, pengawasan instalasi fire alarm & mekanikal, evaluasi HIRADC/JSA, verifikasi Izin Kerja (Permit to Work), pengawasan APD khusus listrik, pelaksanaan Safety Patrol, serta penyusunan pelaporan K3 proyek.
Soft Skills: Ketegasan yang beretika, komunikasi teknis yang efektif, ketelitian pengamatan risiko, kemampuan analisis masalah (problem solving), daya tanggap darurat tinggi, serta disiplin operasional.