Pendidikan minimal Diploma Tiga (D3) atau Sarjana (S1) Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Mesin, atau jurusan teknik terkait dari perguruan tinggi terakreditasi.
Memiliki pengalaman kerja sebagai HSE Officer pada proyek geothermal, minyak dan gas (migas), pengeboran (drilling), atau industri energi skala besar.
Memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik serta prima untuk bertugas di lokasi proyek geothermal (remote site).
Bersedia bekerja dengan status PKWT dengan skema jatah cuti periodik 3 bulan sekali serta bersedia tinggal di mess yang disediakan perusahaan.
Sertifikasi & Pelatihan:Wajib memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) terbitan resmi Kemnaker RI yang masih aktif dan valid.
Dibutuhkan HSE 1-2 org untuk proyek geothermal muara laboh di Padang.
Mess disediakan, makan, jatah cuti 3 bulan sekali.
Gaji 6-7jt perbulan.
PKWT (jika kinerja bagus bisa dilanjut ke pkwtt).
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melaksanakan pengawasan K3L dan patroli keselamatan harian secara langsung di lokasi rig pengeboran geothermal, area pad, pipa penyalur uap (steam pipeline), separator, pembangkit listrik, dan fasilitas pendukung site.
Menyusun, mengevaluasi, dan memastikan penerapan dokumen Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Job Safety Analysis (JSA), serta penerbitan Izin Kerja Aman (Permit to Work / PTW) khusus untuk pekerjaan panas, pengeboran, confined space, dan pekerjaan di ketinggian.
Memeriksa dan menguji kelaikan operasional instalasi penanggulangan gas $H_2S$, peralatan tanggap darurat, instalasi pemadam kebakaran, serta ketersediaan perlengkapan P3K di area site.
Mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya khusus geothermal, mencakup deteksi gas beracun $H_2S$, paparan uap panas tekanan tinggi, kebisingan ekstrem, serta pengawasan kelaikan penggunaan alat detektor gas (gas detector) dan Alat Pelindung Diri (APD) respiratori (SCBA/EEBD).
Memandu briefing keselamatan harian (Tool-Box Talk / Safety Talk), menyelenggarakan Safety Induction bagi pekerja baru/kontraktor, serta melatih tim tanggap darurat dalam simulasi evakuasi paparan gas $H_2S$ dan keadaan darurat site.
Melakukan intervensi dan penghentian pekerjaan (Stop Work Authority) jika ditemukan kondisi tidak aman (unsafe condition) atau tindakan tidak aman (unsafe act) yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja fatal atau kebocoran gas.
Melaksanakan investigasi awal jika terjadi insiden kecelakaan kerja, kejadian hampir celaka (near-miss), atau paparan gas di lapangan dengan metode Root Cause Analysis (RCA), serta mengawal pelaksanaan tindakan perbaikan (CAPA).
Menyusun, merekapitulasi, dan melaporkan lembar inspeksi harian K3, statistik jam kerja selamat, serta laporan berkala proyek geothermal secara sistematis kepada HSE Manager dan Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB).
Harus punya keterampilan:
Keahlian Teknis (Hard Skills): Pengawasan K3L proyek geothermal & pengeboran, pengujian gas berbahaya ($H_2S$ & AGT), pertolongan pertama (First Aid), verifikasi HIRADC & JSA, penerbitan Permit to Work (PTW), inspeksi SCBA & detektor gas, investigasi insiden (RCA), serta penyusunan laporan K3 site.
Soft Skills: Ketegasan penegakan norma keselamatan site, komunikasi efisien & tegas, pemecahan masalah cepat (problem solving), ketenangan & kecepatan respons dalam kondisi darurat, ketelitian observasi bahaya, serta kedisiplinan tinggi.