Informasi Umum Proyek:
Jenis Konstruksi: EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Dermaga 50.000 DWT.
Lokasi Proyek: Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat.
Lokasi Tugas Engineering: Jakarta Selatan (dengan sistem kerja hybrid ke Site).
Pendidikan minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) dari universitas terkemuka dengan latar belakang pendidikan Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), atau bidang teknik terkait lainnya yang relevan dengan keselamatan proses di industri konstruksi dan infrastruktur.
Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai Process Safety Engineer, HSE Engineer, atau posisi sejenis di bidang keselamatan proses, atau minimal pernah menangani 1 (satu) proyek EPC berskala besar di sektor oil and gas, petrokimia, atau infrastruktur berat. Pengalaman pada proyek dermaga menjadi nilai tambah yang sangat diutamakan.
Memiliki sertifikasi pelatihan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diakui secara nasional maupun internasional, seperti sertifikasi Ahli K3 Umum dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sertifikasi NEBOSH Process Safety Management (PSM), sertifikasi HAZOP (Hazard and Operability Study) dari BNSP, atau sertifikasi setingkat lainnya yang relevan dengan keselamatan proses di industri oil and gas.
Bersedia ditempatkan dengan sistem hybrid, yaitu menjalankan tugas engineering di kantor Jakarta Selatan serta melakukan kunjungan ke site proyek di Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat, sesuai dengan kebutuhan proyek.
Nilai Tambah (Additional Point):
Memiliki pengalaman bekerja pada proyek dermaga atau fasilitas kepelabuhanan sebelumnya.
Memiliki pengalaman dalam proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction) berskala besar, khususnya di sektor oil and gas, infrastruktur berat, atau industri proses.
Memiliki sertifikasi internasional di bidang process safety, seperti NEBOSH Process Safety Management, sertifikasi HAZOP dari BNSP, atau sertifikasi sejenisnya.
Memahami standar internasional terkait keselamatan proses dan proteksi kebakaran, seperti NFPA, API, dan ISO.
Aplikasi/Software yang Disarankan:
AutoCAD untuk membaca, memahami, dan merevisi gambar teknik sistem proteksi kebakaran serta P&ID.
Aplikasi lain yang relevan dengan process safety, seperti software perhitungan hidrolika fire protection (PipeNet atau sejenisnya), software analisis risiko (PHAST atau sejenisnya), serta software dokumentasi teknis dan perkantoran (Microsoft Office).
Subject : Process Safety Engineer_ Nama.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan perhitungan sistem proteksi kebakaran (fire protection system calculation) secara komprehensif untuk seluruh fasilitas proyek EPC Dermaga 50.000 DWT, termasuk perhitungan kebutuhan air, tekanan, kapasitas pompa, dan jaringan perpipaan sesuai dengan standar NFPA dan regulasi yang berlaku.
Merancang dan mengembangkan P&ID (Piping and Instrumentation Diagram) untuk sistem proteksi kebakaran, serta memastikan seluruh instrumentasi dan peralatan proteksi terintegrasi dengan baik dalam desain sistem.
Menganalisis dan memverifikasi datasheet peralatan sistem proteksi (equipment protection system) untuk memastikan spesifikasi teknis peralatan sesuai dengan kebutuhan desain dan standar keselamatan proses yang berlaku.
Melakukan identifikasi bahaya proses (process hazard identification) dan analisis risiko keselamatan proses di seluruh area proyek, termasuk area dermaga, area penimbunan, dan fasilitas pendukung lainnya, dengan menggunakan metodologi seperti HAZOP, LOPA, dan analisis risiko lainnya.
Menyusun dan mendokumentasikan seluruh dokumen teknis keselamatan proses, termasuk filosofi proteksi kebakaran, spesifikasi teknis sistem proteksi, prosedur operasional keselamatan, dan rencana tanggap darurat untuk proyek.
Berkoordinasi secara aktif dengan tim engineering multidisiplin (sipil, mekanikal, elektrikal, instrumentasi) untuk memastikan desain keselamatan proses terintegrasi dengan seluruh aspek desain proyek EPC.
Berkoordinasi dengan pihak owner (pemilik proyek), konsultan, dan regulator terkait aspek keselamatan proses untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku.
Melakukan review dan verifikasi terhadap desain dan gambar teknis yang berkaitan dengan keselamatan proses yang dihasilkan oleh tim engineering maupun subkontraktor.
Mendukung pelaksanaan konstruksi dari aspek keselamatan proses, termasuk melakukan inspeksi dan verifikasi di site proyek untuk memastikan implementasi sistem proteksi kebakaran dan keselamatan proses sesuai dengan desain yang telah disetujui.
Menyusun laporan teknis keselamatan proses secara berkala, termasuk laporan kemajuan desain, laporan analisis risiko, dan laporan verifikasi kepatuhan terhadap standar, untuk disampaikan kepada manajemen proyek dan pihak owner.
Memberikan masukan teknis dan rekomendasi perbaikan terkait desain keselamatan proses berdasarkan hasil analisis, temuan di lapangan, atau perubahan kondisi proyek.
Harus punya keterampilan:
Kualifikasi Teknis (Hard Skill):
Mampu melakukan perhitungan sistem proteksi kebakaran (fire protection system calculation), meliputi perhitungan kebutuhan air untuk fire fighting, perhitungan pompa dan jaringan perpipaan hidran, perhitungan sistem sprinkler, serta perhitungan sistem foam untuk proteksi area dermaga dan fasilitas penyimpanan.
Mampu memahami dan mendesain P&ID (Piping and Instrumentation Diagram) untuk sistem proteksi kebakaran, termasuk pemahaman tentang simbol-simbol instrumentasi, jenis valve, dan pengendalian aliran pada sistem fire protection.
Memahami datasheet peralatan sistem proteksi (equipment protection system), termasuk spesifikasi teknis pompa kebakaran, hydrant pillar, monitor, sprinkler head, foam generator, detektor kebakaran, dan alarm system.
Memahami keselamatan proses (process safety) di area oil and gas, meliputi pemahaman tentang manajemen risiko proses, HAZOP (Hazard and Operability Study), LOPA (Layer of Protection Analysis), SIL (Safety Integrity Level), dan sistem peringatan dini serta shutdown system.
Memahami standar nasional dan internasional terkait keselamatan proses dan proteksi kebakaran, seperti standar NFPA (National Fire Protection Association), API (American Petroleum Institute), ISO, dan standar teknis lainnya yang relevan dengan industri oil and gas dan konstruksi dermaga.
Mampu mengoperasikan perangkat lunak AutoCAD untuk membaca, memahami, dan merevisi gambar teknik sistem proteksi kebakaran serta P&ID.
Menguasai aplikasi lain yang relevan dengan process safety, seperti software perhitungan hidrolika fire protection (seperti PipeNet atau sejenisnya), software analisis risiko (seperti PHAST atau sejenisnya), serta software dokumentasi teknis lainnya.
Soft Skill yang Dibutuhkan:
Kemampuan komunikasi yang sangat baik untuk menyampaikan konsep teknis keselamatan proses kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tim engineering, manajemen proyek, hingga pihak owner dan regulator.
Kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang kuat dalam mengidentifikasi potensi bahaya proses, menganalisis risiko, serta merumuskan rekomendasi desain dan tindakan mitigasi yang efektif dan tepat sasaran.
Kemampuan bekerja secara kolaboratif dalam tim multidisiplin, termasuk berkoordinasi dengan tim sipil, mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan HSE dalam pelaksanaan proyek EPC.
Kemampuan berpikir kritis dan sistematis dalam mendesain sistem keselamatan proses yang andal dan sesuai dengan standar tertinggi.
Kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja hybrid antara kantor Jakarta Selatan dan site proyek di Padang, termasuk kesiapan untuk melakukan perjalanan dinas ke lokasi proyek sesuai kebutuhan.
Ketelitian dan kepekaan terhadap detail dalam melakukan perhitungan, analisis, dan dokumentasi teknis keselamatan proses.
Integritas dan komitmen yang tinggi terhadap penerapan standar keselamatan proses di seluruh tahapan proyek, mulai dari desain, pengadaan, konstruksi, hingga commissioning.