Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat (diutamakan SMK Jurusan Teknik Bangunan, Teknik Mesin, atau Teknik Otomotif).
Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun sebagai Scaffolder / Teknisi Perancah pada proyek konstruksi gedung, instalasi struktur, atau fasilitas industri/kesehatan.
Wajib memiliki Sertifikat dan Lisensi (SIO) Teknisi Scaffolding / Perancah yang masih aktif dari Kemnaker RI.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan pemasangan, penyesuaian, dan pembongkaran struktur perancah (scaffolding) di area proyek sesuai dengan standar teknis dan regulasi K3 Kemnaker RI.
Memeriksa kelayakan fisik dan kualitas seluruh material perancah (pipa, klem, frame, papan pijakan/catwalk, baseplate) sebelum digunakan guna memastikan tidak ada komponen yang cacat atau retak.
Memasang sistem proteksi jatuh mencakup titik angkur (anchorage point), lifeline, jaring pengaman, serta papan penghalang (toeboard) guna mencegah risiko pekerja atau material jatuh dari ketinggian.
Menggunakan dan merawat Alat Pelindung Diri (APD) khusus bekerja di ketinggian secara benar, terutama full body harness dengan double lanyard dan shock absorber.
Berkoordinasi dengan Safety Inspector / HSE Officer untuk pelaksanaan inspeksi perancah serta memastikan penempelan Scafftag (tanda Hijau untuk aman digunakan, Merah untuk tidak aman) sebelum perancah dinaiki oleh teknisi medis/pekerja.
Membaca dan memahami rancangan gambar teknis perancah serta dokumen Job Safety Analysis (JSA) sebelum memulai pekerjaan di lapangan.
Menjaga kebersihan, kerapian, serta ketertiban (housekeeping) di area kerja pemasangan perancah agar tidak mengganggu operasional proyek rumah sakit.
Melaporkan segera kepada HSE Officer atau Project Supervisor jika ditemukan kondisi cuaca buruk (hujan deras/angin kencang), bahaya struktur, atau kerusakan pada perancah.
Harus punya keterampilan:
Hard Skills: Pemasangan dan pembongkaran struktur perancah (scaffolding erection & dismantling), perhitungan daya dukung beban perancah (load capacity), inspeksi kelayakan material perancah, pemasangan jaring pengaman (safety net) & papan kaki (toeboard), penggunaan full body harness dengan double lanyard, serta pengikatan simpul tali pengaman (rigging/tagline).
Soft Skills: Ketelitian terhadap detail keselamatan teknis, kedisiplinan penegakan aturan K3, komunikasi lapangan yang efektif, kemampuan kerja sama tim, ketahanan fisik, serta kepatuhan penuh terhadap instruksi pengawas K3.