Pendidikan minimal S1/D4, diutamakan dari jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman kerja minimal 7 tahun di bidang HSE/K3, dengan pengalaman minimal 3 tahun pada posisi Supervisor, Superintendent, atau level manajerial HSE.
Memiliki pengalaman di industri pertambangan batu bara, hauling, coal logistics, jetty, stockpile, port operation, material handling, atau industri dengan tingkat risiko tinggi.
Sertifikasi dan Pelatihan:
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) yang masih berlaku.
Memiliki POP/POM atau sertifikasi kompetensi keselamatan pertambangan menjadi nilai tambah.
Memiliki pelatihan atau sertifikasi Implementasi SMKP Minerba.
Memiliki pelatihan HIRADC/HIRARC dan Job Safety Analysis (JSA).
Memiliki pelatihan Incident Investigation dan Root Cause Analysis.
Memiliki pelatihan Internal Auditor SMK3 atau ISO 45001.
Memiliki pelatihan Emergency Response, Fire Fighting, dan First Aid/P3K.
Memiliki pelatihan Risk Management dan Critical Risk Management menjadi nilai tambah.
Bersedia ditempatkan di Site maupun Head Office sesuai kebutuhan perusahaan.
Subject: Nama_Posisi yang dilamar.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Memimpin dan mengawasi implementasi program HSE pada seluruh area operasional perusahaan sesuai kebijakan perusahaan, SMK3, SMKP, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program kerja HSE untuk mendukung pencapaian target keselamatan perusahaan.
Memastikan seluruh kegiatan operasional, termasuk coal logistics, hauling, stockpile, jetty, workshop, alat berat, dan aktivitas pendukung lainnya, dilaksanakan dengan pengendalian risiko yang memadai.
Memastikan pelaksanaan HIRADC/HIRARC dan JSA pada seluruh aktivitas kerja yang memiliki potensi bahaya.
Melakukan monitoring terhadap pekerjaan berisiko tinggi dan memastikan seluruh pengendalian risiko telah diterapkan sebelum pekerjaan dimulai.
Mengawasi implementasi Permit to Work (PTW), Critical Risk Management, dan prosedur pengendalian pekerjaan berisiko tinggi.
Memimpin pelaksanaan Safety Patrol, Safety Inspection, Safety Observation, Toolbox Meeting, Safety Talk, dan Safety Campaign.
Memimpin investigasi kecelakaan kerja, near miss, property damage, environmental incident, dan kejadian lainnya serta memastikan Root Cause Analysis dilakukan secara efektif.
Memastikan seluruh corrective action dan preventive action hasil investigasi, audit, dan inspeksi ditindaklanjuti sampai selesai.
Mengelola dan mengevaluasi kinerja HSE kontraktor melalui penerapan Contractor Safety Management System (CSMS).
Melakukan koordinasi dengan departemen operasional, engineering, maintenance, HR, GA, dan departemen terkait untuk memastikan penerapan HSE berjalan efektif.
Memastikan kesiapsiagaan tanggap darurat melalui penyusunan, simulasi, evaluasi, dan perbaikan Emergency Response Plan.
Menyusun laporan HSE secara berkala, termasuk statistik kecelakaan, KPI HSE, hasil inspeksi, audit, investigasi, dan status tindakan perbaikan.
Melakukan analisis tren kinerja HSE dan memberikan rekomendasi strategis kepada manajemen untuk meningkatkan performa keselamatan.
Mendukung pelaksanaan audit internal maupun eksternal yang berkaitan dengan SMK3, SMKP, standar perusahaan, persyaratan klien, dan regulasi pemerintah.
Membangun budaya kerja yang aman melalui pendekatan leadership, engagement, coaching, dan continuous improvement.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat dan mampu mengarahkan tim HSE.
Tegas dalam menerapkan standar keselamatan dan berani menghentikan pekerjaan yang memiliki risiko tidak dapat diterima.
Memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja.
Memiliki kemampuan analitis dan problem solving yang baik.
Mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan manajemen, operasional, pekerja, kontraktor, dan stakeholder lainnya.
Mampu melakukan coaching, mentoring, dan membangun kompetensi anggota tim HSE.
Mampu bekerja di bawah tekanan dan mengambil keputusan secara cepat berdasarkan analisis risiko.
Memiliki kemampuan membangun safety culture dan mendorong perubahan perilaku kerja yang aman.
Hard Skill:
Menguasai sistem manajemen HSE, SMK3, dan SMKP Minerba.
Mampu melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko.
Mampu melakukan audit dan inspeksi HSE secara sistematis.
Mampu melakukan investigasi kecelakaan dan menentukan akar penyebab insiden.
Menguasai pengendalian risiko pada kegiatan hauling, coal handling, stockpile, jetty, loading/unloading, crushing, conveyor, workshop, serta pengoperasian alat berat.
Memahami pengendalian risiko lalu lintas tambang dan transportasi, termasuk aspek keselamatan kendaraan dan fatigue management.
Mampu mengembangkan KPI HSE, leading indicator, lagging indicator, dan dashboard kinerja keselamatan.
Mampu melakukan analisis data kecelakaan dan tren keselamatan untuk menentukan program perbaikan.
Mampu menyusun dan mengevaluasi SOP, HSE Plan, Emergency Response Plan, serta prosedur pekerjaan berisiko tinggi.
Mampu mengoperasikan Microsoft Excel untuk pengolahan data dan pelaporan HSE.