Pendidikan minimal S1 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, atau jurusan lain yang relevan.
Memiliki pengalaman minimal 8 tahun di bidang Health, Safety, and Environment (HSE), dengan pengalaman minimal 3 tahun sebagai HSE Manager atau posisi manajerial pada proyek konstruksi, energi, EPC, pembangkit listrik, infrastruktur, atau energi terbarukan.
Memiliki pengalaman dalam proyek pembangkit listrik, PLTS, PLTU, PLTG, transmisi, gardu induk, EPC, atau proyek konstruksi berskala besar menjadi nilai tambah.
Sertifikasi dan Pelatihan:
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3 Umum) yang masih berlaku.
Memiliki Sertifikat Ahli Madya K3 Konstruksi atau Ahli Muda K3 Konstruksi menjadi nilai tambah.
Memiliki sertifikat ISO 45001:2018 Internal Auditor atau Lead Auditor.
Memiliki sertifikat ISO 14001:2015 Internal Auditor atau Lead Auditor.
Pernah mengikuti pelatihan Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC).
Pernah mengikuti pelatihan Incident Investigation atau Root Cause Analysis.
Pernah mengikuti pelatihan Emergency Response dan Fire Fighting.
Pernah mengikuti pelatihan First Aid (P3K).
Pernah mengikuti pelatihan Working at Height.
Pernah mengikuti pelatihan Lifting and Rigging Safety.
Pernah mengikuti pelatihan Electrical Safety Awareness atau K3 Kelistrikan menjadi nilai tambah.
Bersedia ditempatkan di Banyuwangi sesuai kebutuhan proyek.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Memimpin implementasi seluruh program Health, Safety, and Environment (HSE) pada proyek PLTS Ground-Mounted 100 MW.
Memastikan seluruh aktivitas proyek mematuhi peraturan K3, lingkungan hidup, persyaratan pelanggan, dan standar perusahaan.
Mengembangkan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi HSE Plan, Emergency Response Plan, HIRADC, JSA, dan prosedur keselamatan kerja.
Memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
Mengawasi pelaksanaan Permit to Work (PTW), pekerjaan berisiko tinggi, serta kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Melakukan inspeksi rutin, audit HSE, dan monitoring kepatuhan di seluruh area proyek.
Memimpin investigasi kecelakaan kerja, near miss, insiden lingkungan, serta memastikan implementasi tindakan korektif dan pencegahan.
Menyusun laporan HSE harian, mingguan, bulanan, statistik kecelakaan kerja, KPI HSE, dan laporan kepada manajemen maupun pemilik proyek.
Mengelola kesiapsiagaan tanggap darurat melalui simulasi, pelatihan, dan evaluasi berkala.
Memberikan safety induction, toolbox meeting, safety campaign, dan pembinaan budaya keselamatan kepada seluruh pekerja, kontraktor, dan subkontraktor.
Berkoordinasi dengan Project Manager, Site Manager, Owner, Konsultan Pengawas, kontraktor, serta instansi pemerintah terkait implementasi HSE.
Mendorong terciptanya budaya kerja yang aman, sehat, ramah lingkungan, serta mendukung pencapaian target Zero Accident selama pelaksanaan proyek.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, dan koordinasi yang sangat baik.
Berorientasi pada hasil serta budaya Zero Accident.
Memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Disiplin, tegas, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi.
Mampu bekerja di bawah tekanan serta mengelola beberapa prioritas sekaligus.
Mampu membangun hubungan kerja yang baik dengan pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan instansi pemerintah.
Memiliki kemampuan coaching, mentoring, dan pengembangan tim.
Hard Skill:
Menguasai implementasi SMK3 sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012.
Memahami penerapan ISO 45001 dan ISO 14001.
Mampu menyusun HSE Plan, Construction Safety Plan, HIRADC, JSA, SOP, serta Emergency Response Plan.
Mampu melakukan audit internal HSE dan inspeksi keselamatan proyek.
Mampu melakukan investigasi kecelakaan kerja menggunakan metode Root Cause Analysis.
Memahami pengendalian pekerjaan berisiko tinggi, seperti pekerjaan kelistrikan, lifting operation, working at height, excavation, hot work, dan confined space.
Mampu menyusun KPI HSE, statistik kecelakaan kerja, serta laporan kepatuhan kepada manajemen dan pemilik proyek.
Memahami pengelolaan limbah proyek, pengendalian pencemaran lingkungan, dan kepatuhan terhadap dokumen lingkungan.
Mampu menggunakan Microsoft Office dan aplikasi pelaporan HSE secara efektif.