Pendidikan minimal D3 atau S1 dari Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, atau jurusan teknis yang relevan.
Wajib memiliki pengalaman kerja minimal 3 hingga 4 tahun di posisi Safety Officer/HSE Officer pada industri pertambangan batubara.
Memiliki pengalaman langsung atau pemahaman yang mendalam mengenai operasional pertambangan batubara bawah tanah (underground coal mining).
Sertifikasi & Pelatihan:
Wajib memiliki Sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP) dari BNSP/ESDM yang masih aktif.
Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3U) Kemnaker RI, Sertifikat K3 Tambang Bawah Tanah, atau Sertifikat Pengujian Gas Tambang merupakan nilai tambah utama.
Sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki claustrophobia atau masalah pernapasan, serta mampu bekerja secara fit di lingkungan operasional tambang bawah tanah.
Bersedia ditempatkan di site Kalimantan Selatan dan mengikuti sistem kerja roster perusahaan (Roster 10 minggu kerja : 2 minggu off).
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Beberapa poin kualifikasi telah ditambahkan/disesuaikan untuk memberikan gambaran peran yang lebih jelas. Untuk informasi mutlak mengenai posisi ini, silakan hubungi kontak resmi/sumber asli tertera dan bila perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Melakukan pengawasan dan inspeksi keselamatan harian secara menyeluruh di area tambang bawah tanah, jalur lubang bukaan (decline/incline), area penambangan (stope/longwall), dan fasilitas operasional permukaan.
Memverifikasi dan mengawasi ketercukupan sistem ventilasi tambang, pengujian konsentrasi gas berbahaya/beracun (seperti metana dan karbon monoksida), penanganan debu batubara, serta penyangga terowongan (ground support).
Menyusun, memverifikasi, dan mengawasi pelaksanaan Job Safety Analysis (JSA), Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), serta izin kerja aman (Work Permit) untuk pekerjaan berisiko tinggi.
Mengawasi secara ketat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) khusus tambang bawah tanah, alat penerangan (cap lamp), serta peralatan pemadam api dan kesiapsiagaan tanggap darurat (self-rescuer).
Memimpin kegiatan Safety Induction bagi pekerja baru, Tool Box Meeting harian, serta briefing K3 secara konsisten sebelum memasuki lubang tambang.
Melakukan tindakan pencegahan serta penanganan langsung terhadap tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) di area operasional.
Membantu pelaksanaan investigasi insiden kecelakaan kerja atau kejadian hampir celaka (near-miss) di bawah tanah, menganalisis akar penyebab masalah, serta memastikan tindakan perbaikan dijalankan.
Menyusun laporan inspeksi K3 harian, rekapitulasi data keselamatan kerja, dan dokumentasi ketaatan regulasi secara berkala kepada HSE Supervisor dan Manajemen Site.
Soft Skills: Kepemimpinan lapangan, ketegasan penegakan aturan keselamatan, komunikasi persuasif, kerja sama tim, kemampuan adaptasi lingkungan ekstrem, dan ketahanan fisik/mental.