Pendidikan minimal D3 atau S1 Teknik Pertambangan, Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Sipil, atau jurusan lain yang relevan.
Memiliki pengalaman minimal 3 tahun sebagai HSE Officer, Safety Officer, atau Supervisor HSE di perusahaan kontraktor pertambangan batubara, rental alat berat, atau transportasi alat berat.
Sertifikasi dan Pelatihan:
Memiliki Sertifikat Ahli K3 Umum (AK3 Umum) yang masih berlaku.
Memiliki Sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP) menjadi nilai tambah.
Pernah mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba).
Pernah mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Pernah mengikuti pelatihan Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC).
Pernah mengikuti pelatihan Job Safety Analysis (JSA).
Pernah mengikuti pelatihan Incident Investigation dan Root Cause Analysis.
Pernah mengikuti pelatihan Emergency Response.
Pernah mengikuti pelatihan Basic Fire Fighting.
Pernah mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Pernah mengikuti pelatihan Internal Auditor ISO 45001:2018 menjadi nilai tambah.
Bersedia ditempatkan di area site sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Mengawasi pelaksanaan program Health, Safety, and Environment (HSE) pada seluruh aktivitas operasional sesuai dengan regulasi pemerintah, standar perusahaan, dan persyaratan pelanggan.
Memastikan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berjalan secara efektif.
Melaksanakan inspeksi rutin terhadap area kerja, alat berat, kendaraan operasional, workshop, fasilitas kerja, dan lingkungan operasional.
Melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko menggunakan metode HIRADC dan Job Safety Analysis (JSA).
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan berisiko tinggi serta memastikan seluruh aktivitas dilakukan sesuai prosedur kerja aman dan Permit to Work (PTW).
Memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar dan memberikan tindakan korektif terhadap setiap pelanggaran K3.
Melaksanakan Safety Induction, Toolbox Meeting, Safety Talk, serta program peningkatan kesadaran budaya keselamatan kepada seluruh pekerja.
Melakukan investigasi kecelakaan kerja, near miss, unsafe action, dan unsafe condition, serta memastikan implementasi tindakan perbaikan dan pencegahan.
Menyusun laporan HSE harian, mingguan, bulanan, statistik kecelakaan kerja, KPI HSE, serta laporan kepada manajemen.
Berkoordinasi dengan Project Manager, Superintendent, Foreman, kontraktor, dan seluruh departemen untuk memastikan implementasi HSE berjalan secara efektif.
Mendukung terciptanya budaya kerja yang aman, sehat, produktif, serta berorientasi pada pencapaian target Zero Accident.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.
Tegas dalam menegakkan disiplin dan budaya keselamatan kerja.
Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang efektif.
Disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
Memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Teliti serta memiliki perhatian tinggi terhadap detail.
Mampu bekerja di bawah tekanan dan memenuhi target operasional.
Mampu bekerja sama dengan berbagai departemen dan kontraktor.
Berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Hard Skill:
Menguasai implementasi SMKP Minerba dan SMK3.
Mampu melakukan inspeksi HSE, audit internal, serta pengawasan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Mampu melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko menggunakan metode HIRADC dan JSA.
Mampu menyusun HSE Plan, SOP, PTW, serta laporan inspeksi dan investigasi.
Mampu melakukan investigasi kecelakaan kerja, near miss, unsafe action, dan unsafe condition beserta tindakan korektif dan pencegahannya.
Memahami pengawasan pekerjaan alat berat, hauling, workshop, lifting operation, dan aktivitas operasional pertambangan.
Mampu melaksanakan Safety Induction, Toolbox Meeting, Safety Talk, dan pelatihan HSE.
Mampu mengelola data KPI HSE dan statistik keselamatan kerja.