Logo
Logo
BerandaPelatihanMidiatamaJadwalInstrukturKarirArtikel
Login
Artikel
Artikel Populer
10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

6 Juni -14 Juni 2024, 410 Views

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

6 Juni -14 Juni 2024, 388 Views

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

6 Juni -14 Juni 2024, 365 Views

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

6 Juni -14 Juni 2024, 338 Views

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

6 Juni -14 Juni 2024, 325 Views

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

6 Juni -14 Juni 2024, 321 Views

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

6 Juni -14 Juni 2024, 313 Views

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

6 Juni -14 Juni 2024, 299 Views

Artikel Terbaru
Safety K3
8 Alat Pelindung Yang Wajib Digunakan Untuk Mencegah Bahaya Jatuh
08 Juli 2024
8 Alat Pelindung Yang Wajib Digunakan Untuk Mencegah Bahaya Jatuh
Safety K3
5 Peran Cowstail Saat Bekerja di Ketinggian!
27 Juni 2024
5 Peran Cowstail Saat Bekerja di Ketinggian!
Safety K3
Pelajari Tentang Descenders Agar Kamu Bisa Turun Dengan Aman!
24 Juni 2024
Pelajari Tentang Descenders Agar Kamu Bisa Turun Dengan Aman!
Safety K3
Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan Wire Rope Clamp
20 Juni 2024
Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan Wire Rope Clamp
Safety K3
6 Fungsi Wire Rope Clamp Untuk Menjaga Keamanan Pekerja!
17 Juni 2024
6 Fungsi Wire Rope Clamp Untuk Menjaga Keamanan Pekerja!
Safety K3
Memahami Peran Counter Weight Pada Forklift!
14 Juni 2024
Memahami Peran Counter Weight Pada Forklift!
Safety K3
Mengenal Simpul dan Angkur Dasar Pada Akses Tali
11 Juni 2024
Mengenal Simpul dan Angkur Dasar Pada Akses Tali
Safety K3
Pembersihan Kaca Gedung Menggunakan Rope Access: Ketahui Manfaat dan Tekniknya!
09 Juni 2024
Pembersihan Kaca Gedung Menggunakan Rope Access: Ketahui Manfaat dan Tekniknya!
1
...
9
10
11
8
9
10
11
12
...
54
  1. Home
  2. Artikel

Artikel

8 Alat Pelindung Yang Wajib Digunakan Untuk Mencegah Bahaya Jatuh
Safety K3
8 Alat Pelindung Yang Wajib Digunakan Untuk Mencegah Bahaya Jatuh

Pernahkah Anda melihat orang yang bekerja di ketinggian? seperti membersihkan gedung, memperbaiki kabel listrik atau pekerja kontruksi bangunan. Bekerja di ketinggian tentu memiliki risiko tinggi mulai dari jatuh, cedera, luka serius hingga kematian.

Untuk itu, setiap pekerja harus dibekali dengan pemahaman K3 (keselamatan dan Kesehatan Kerja) agar bisa mengidentifikasi bahaya dan meminimalisir risiko, karena jika pekerja lalai bukan hanya membahayakan pada diri sendiri namun orang lain dan lingkungan sekitar.

Dalam profesi ini belum adanya spesifikasi mengenai jarak minimum. Namun, sebagian besar perusahaan sepakat untuk jarak 1.8 meter lebih sebagai kategori bekerja di ketinggian. Maka dari itu, penting untuk pekerja menggunakan alat pelindung untuk keselamatan diri.

Tetapi, pada kenyataanya masih banyak pekerja yang kurang paham atau memperhatikan keselamatan diri saat bekerja di ketinggian. Untuk itu, perlu Anda ketahui 8 komponen wajib yang digunakan untuk perlengkapan sistem perlindungan bahaya jatuh, sebagai berikut:

1. Safety Belt

Sabuk keselamatan atau Safety Belt adalah salah satu alat pelindung jatuh yang kerap dipakai oleh pekerja yang bekerja di ketinggian. Alat ini mempunyai fungsi yang sama dengan alat Full Body Harness, akan tetapi Safety Belt hanya dikaitkan ke bagian pinggang pekerja saja serta bagian lanyard dikaitkan ke anchor.
Pemakaian Safety Belt sebagai alat pelindung jatuh mesti mempertimbangkan bahwa sebaiknya alat Safety Belt tidak dipergunakan untuk pekerjaan yang memungkinkan pekerja bisa terjatuh dari ketinggian, sebab jika pekerja terjatuh maka pekerja tersebut masih bisa mengalami cedera di bagian pinggang ataupun bagian tulang belakangnya meskipun pekerja tersebut tak mengenai permukaan tanah dalam artisan pekerja tergantung.

2. Full Body Harness

Alat ini didesain untuk melindungi semua bagian penting pengguna yaitu panggul, dada, paha, dan seluruh tubuh pengguna, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian. Penggunaan body harness dilengkapi D-ring yang terletak pada bagian punggung serta bisa dipasangkan ke lanyard, lifeline, dan komponen lain yang kompatibel dengan body harness.

3. Shock Absorber

Istilah lain alat ini dikenal atau disebut dengan alat penahan jatuh dengan fungsi menahan tubuh pengguna ketika jatuh dari ketinggian, mencegah kerusakan, serta mengurangi kekuatan tekanan pada anchor. Shock absorber biasanya diproduksi terpisah atau dirancang menyatu dengan lanyard. Menurut standar CSA Z259.11, shock absorber dapat meningkatkan panjang lanyard hingga 1,2 meter ketika menerima beban 100 kg dan jatuh dari ketinggian 1,8 meter

4. Lanyard

Alat ini adalah tali pendek pengikat yang umumnya berfungsi untuk menahan guncangan bila pekerja terjatuh bebas. Pekerja bisa menggunakan lanyard untuk membatasi guncangan saat jatuh bebas dengan panjang maksimum 1,2 meter. Sebaiknya pasang lanyard/ pasang hook di atas atau paling tidak sejajar dengan dada, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jarak vertikal atau jarak jatuh tubuh pekerja. Sebuah lanyard selalu diposisikan antara anchor point dan body harness.

5. Anchor point (anchor)

Setiap pekerja harus memastikan bahwa anchor yang tersambung pada lifeline dan lanyard harus kuat. Posisi anchor point harus stabil dan lokasinya sudah sesuai. Jika penggunaan anchor diperuntukkan sebagai pelindung atau penahan pekerja dari kemungkinan terjatuh, anchor harus mampu menahan beban setidaknya 3,5 kN (363 kg) atau setidaknya empat kali berat pekerja. Sedangkan, bilamana penggunaan anchor sebagai penahan saat terjatuh, anchor harus mendukung setidaknya 22 kN (2,5 ton).

6. Fall arrestor (rope grab)

Alat ini digunakan untuk melindungi pekerja ketika sedang melakukan perpindahan tempat atau bergerak secara vertikal, biasanya berjarak cukup panjang. Bila pekerja bergerak ke atas, maka rope grab akan ikut bergerak naik mengikuti gerakan pekerja, tetapi bila pekerja tersebut tiba-tiba terjatuh, maka perangkat ini secara mekanik akan mencengkeram lifeline.

7. LifeLine

Lifeline adalah tali pengaman fleksibel yang terbuat dari serat, kawat, atau anyaman. Lifeline biasanya dikaitkan pada anchor point. Adapun standar dari Lifeline harus memiliki kekuatan daya tarik minimum 2,75 ton atau setara dengan diameter tali 60 mm. Lifeline dapat dipasang secara vertikal atau horizontal, tergantung kebutuhan.

8. Retractable lifeline

Alat ini juga memiliki fungsi yang baik, karena akan menarik serta mengunci tubuh pada saat terjadinya tarikan secara tiba-tiba. Oleh sebab itu alat ini harus terpasang pada posisi tubuh dalam keadaan tegak.

Untuk melindungi diri dari risiko jatuh, penting menggunakan semua alat yang sudah dijelaskan diatas, tentunya alat harus sesuai dengan standar keselamatan. Selain itu, setiap pekerja harus memahami K3 ( kesehatan dan keselamatan kerja) sebagai fondasi untuk bekerja. Synergi Solusi Indonesia – ISC Safety School Member of Proxsis menyediakan jasa training K3 dan telah dipercaya oleh banyak perusahaan swasta maupun pemerintahan.

08 Juli 2024.
Midiatama
5 Peran Cowstail Saat Bekerja di Ketinggian!
Safety K3
5 Peran Cowstail Saat Bekerja di Ketinggian!

Cowstail adalah alat yang terdiri dari tali yang biasanya terbuat dari bahan yang kuat dan dilengkapi dengan pengait di kedua ujungnya. Alat ini biasanya digunakan oleh pekerja yang bekerja di ketinggian, seperti pada konstruksi gedung tinggi, menara, tiang listrik, atau pohon. Cowstail bertujuan untuk mengikatkan pekerja ke titik ankur yang aman saat bekerja di ketinggian.

“Cowstail” atau “ekor sapi” adalah alat yang digunakan dalam kegiatan mountaineering atau mendaki gunung. Alat ini merupakan seutas tali yang biasanya terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti nilon atau bahan serat lainnya. Cowstail memiliki dua lingkaran pada ujungnya yang berfungsi untuk diikatkan ke tubuh pendaki dan ke peralatan keselamatan di gunung, seperti carabiner atau tali pengaman.

Fungsi utama dari cowstail adalah sebagai alat bantu pendaki gunung dalam menjaga keselamatan saat melakukan perjalanan di medan yang sulit atau berbahaya. Dengan menggunakan cowstail, pendaki dapat mengaitkan dirinya ke titik-titik pengaman, seperti kait atau paku, yang terpasang di dinding gunung atau rute pendakian. Hal ini membantu untuk mencegah jatuh bebas atau tergelincir saat pendaki sedang melewati bagian yang curam atau terjal.

Selain itu, cowstail juga bisa digunakan sebagai alat bantu dalam proses penyelamatan jika terjadi kecelakaan di tempat kerja ketinggian. Pekerja dapat menggunakan cowstail untuk membuat sistem penarikan atau penjepit yang membantu untuk mengevakuasi pekerja yang terluka atau terjebak.

Penggunaan cowstail memerlukan keahlian dan pengetahuan yang cukup tentang teknik mountaineering serta penggunaan peralatan keselamatan yang tepat. Pelatihan yang memadai sangat penting agar pendaki dapat menggunakan cowstail dengan efektif dan aman selama pendakian gunung.

5 Peran Cowstail dalam Keselamatan Kerja

1. Mencegah jatuh: Salah satu fungsi utama cowstail adalah mencegah pekerja dari jatuh saat bekerja di ketinggian. Dengan mengaitkan cowstail ke titik anker yang aman, pekerja memiliki tali pengaman yang dapat menahan mereka jika terjadi kejadian yang tidak terduga.

2. Menjaga stabilitas: Cowstail juga membantu dalam menjaga stabilitas pekerja saat mereka bergerak di ketinggian. Dengan menggunakan cowstail sebagai penyangga, pekerja dapat merasa lebih aman dan stabil dalam melakukan tugas mereka.

3. Mematuhi regulasi keselamatan: Penggunaan cowstail biasanya merupakan persyaratan hukum dalam banyak negara untuk pekerja yang bekerja di ketinggian. Mematuhi regulasi ini tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga mencegah perusahaan dari denda dan sanksi yang mungkin diberikan karena ketidakpatuhan.

4. Memberikan kepercayaan diri: Dengan menggunakan cowstail, pekerja merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam menjalankan tugas mereka di ketinggian. Ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko stres atau kecemasan yang dapat mempengaruhi kinerja pekerja.

5. Memfasilitasi penyelamatan: Jika terjadi kecelakaan, cowstail memfasilitasi proses penyelamatan dengan memberikan titik pengait yang jelas bagi penyelamat untuk mengambil tindakan yang cepat dan efektif.

Pemilihan dan Penggunaan Cowstail yang Tepat

Pemilihan bahan yang tepat: Cowstail harus terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti nilon atau poliester yang diperkuat. Ini penting untuk memastikan keandalan dan keamanan alat tersebut.

Pemeriksaan reguler: Sebelum setiap penggunaan, cowstail harus diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak adanya kerusakan atau keausan yang dapat mengurangi keefektifan alat tersebut.

Penggunaan yang benar: Pekerja harus dilatih untuk menggunakan cowstail dengan benar, termasuk cara mengaitkan alat ke titik anker dengan aman dan cara mengatur panjang tali agar memberikan ruang gerak yang memadai tanpa mengorbankan keamanan.

Penyimpanan yang tepat: Setelah digunakan, cowstail harus disimpan dengan baik dalam kondisi yang bersih dan kering untuk mencegah kerusakan akibat kelembaban atau paparan cuaca.

Cowstail merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam menjaga keselamatan pekerja di tempat kerja yang tinggi. Dengan mencegah jatuh, menjaga stabilitas, mematuhi regulasi keselamatan, memberikan kepercayaan diri, dan memfasilitasi penyelamatan, cowstail memainkan peran krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

27 Juni 2024.
Midiatama
Pelajari Tentang Descenders Agar Kamu Bisa Turun Dengan Aman!
Safety K3
Pelajari Tentang Descenders Agar Kamu Bisa Turun Dengan Aman!

Descenders, juga dikenal sebagai alat penurun, adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk mengatur kecepatan penurunan seseorang yang terikat pada tali. Descender bekerja dengan cara menghasilkan gesekan pada tali, yang mengubah energi kinetik (gerakan) menjadi energi panas.

Hal ini memungkinkan penggunanya untuk turun dengan kontrol yang lebih baik, mengurangi risiko jatuh dan memastikan keamanan dalam aktivitas seperti mountaineering, pekerjaan tinggi, dan penjelajahan gua. Descender sering digunakan bersama dengan peralatan keselamatan lainnya seperti harness (sabuk pengaman) dan karabiner untuk membentuk sistem penurunan yang aman dan efektif.

Fungsi Utama Descenders

Descenders dirancang khusus untuk mengatur laju penurunan atau penggantungan dari ketinggian. Fungsi utamanya melibatkan:

1. Pengendalian Kecepatan

Descenders memungkinkan pengguna mengendalikan kecepatan turun mereka dengan mengatur tekanan pada perangkat. Dengan mengontrol kecepatan, pengguna dapat menjaga kestabilan dan meminimalkan risiko cedera.

2. Keamanan Penurunan

Mereka menyediakan sistem penahan yang efektif, memastikan bahwa pengguna dapat berhenti sepenuhnya atau melambatkan penurunan mereka dengan cepat jika diperlukan. Ini sangat penting dalam situasi darurat atau jika pengguna ingin berhenti sejenak untuk mengevaluasi keadaan sekitar.

3. Penggunaan pada Berbagai Permukaan

Descenders dirancang untuk berfungsi pada berbagai jenis tali, termasuk tali kawat dan tali webbing, memungkinkan penggunaan yang fleksibel di berbagai lingkungan.

Pentingnya Descenders dalam Keselamatan

  1. Pengurangan Risiko Kecelakaan: Dengan kemampuannya untuk mengendalikan laju penurunan, descenders meminimalkan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh penurunan yang terlalu cepat atau tidak terkendali.
  1. Keselamatan di Lingkungan yang Sulit: Dalam aktivitas mendaki tebing, menjelajah gua, atau pekerjaan di ketinggian, lingkungan sering kali sulit dan penuh tantangan. Descenders memberikan keamanan ekstra dengan memberikan kontrol yang diperlukan di lingkungan yang sulit.
  1. Penyelamatan dalam Keadaan Darurat: Dalam situasi darurat, seperti evakuasi dari ketinggian atau penyelamatan orang yang terjebak, descenders memainkan peran kunci. Mereka memungkinkan penyelamatan yang cepat dan efisien dengan kontrol yang maksimal.
  1. Standar Keselamatan yang Tinggi: Penggunaan descenders mencerminkan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ketat dalam dunia penggantungan. Mereka adalah bagian integral dari perlengkapan keselamatan yang memastikan keselamatan pengguna.

Teknik Turun Dari Ketinggian Dengan Descenders

teknik turun menggunakan descenders

Teknik digunakan tenaga kerja untuk bergerak turun pada sistem akses tall denganmenggunakan alat turun melalui tall (descender) yang terhubungkan ke tall kerja serta ditambahkan alat penahan jatuh perorangan bergerak (mobile fall arrester) yang dihubungkan ke tali keselamatan sebagai pengaman yang akan menahan tenaga kerja saat jatuh/terlepas dari tali kerja.

Tahapan dalam bergerak turun pada tali adalah :

  1. Pasang mobile fall arrester pada tali keselamatan, lakukan uji fungsi alat untuk memastikan alat berfungsi dengan baik
  2. Pasangkan tali pada descender, lakukan uji fungsi alat untuk memastikan alat berfungsi dengan baik
  3. Lakukan penguncian pada descender agar tali tidak bergerak/bergeser
  4. Posisikan badan senyaman mungkin sebelum bergerak turun dengan membebani alat turun
  5. Tarik atau tekan tuas ketika sudah siap untuk turun pada tali, kontrol tuas dengan tangankanandan tangan kiri memegang tali yang telah melewati dscender pada posisi luar paha untukmengkondisikan tali yang akan dilewati descender
  6. Lakukan penguncian pada descender dan fall arrester saat berhenti untuk bekerjaataumelakukan tindakan. 
  7. Buka penguncian fall arrester dan descender jika akan melanjutkan turun

Dalam dunia penggantungan, descenders bukan hanya alat teknis, tetapi juga alat kepercayaan. Mereka memberikan rasa aman kepada pengguna, memungkinkan mereka menjelajahi lingkungan yang sulit dengan kepercayaan diri. Dengan teknologi terkini dan desain yang inovatif, descenders terus berkembang, memastikan bahwa para petualang dan pekerja di dunia penggantungan memiliki alat yang andal untuk menjaga keselamatan mereka.

24 Juni 2024.
Midiatama
Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan Wire Rope Clamp
Safety K3
Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan Wire Rope Clamp

Wire rope clamp, yang juga dikenal sebagai klam angkut kawat baja, hadir dalam beberapa jenis yang dirancang untuk berbagai kebutuhan aplikasi. Memahami perbedaan antara jenis-jenis ini adalah kunci untuk memastikan keamanan dan keandalan dalam penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis wire rope clamp yang umum:

1. Simplex Clamp

Simplex clamp adalah tipe yang paling dasar dan umum. Mereka terdiri dari dua bagian plat penjepit yang dipasangkan bersama dengan baut pengencang. Simplex clamp cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan sedang dan digunakan dalam situasi di mana kekuatan tarik dan beban tidak terlalu tinggi.

2. Duplex Clamp

Duplex clamp memiliki desain yang mirip dengan simplex clamp, namun dengan konstruksi yang lebih tebal dan kokoh. Mereka memberikan kekuatan tambahan dan sering digunakan dalam aplikasi yang memerlukan kekuatan yang lebih besar daripada simplex clamp.

3. U-Bolt Clamp

U-bolt clamp memiliki bentuk seperti huruf “U” dan dilengkapi dengan dua buah mur dan dua plat penjepit. Desain ini memberikan kekuatan ekstra dan digunakan dalam situasi di mana kekuatan tarik dan tekan tinggi diperlukan. U-bolt clamp cocok untuk penggunaan pada beban yang berat dan di lingkungan yang memerlukan daya tahan yang luar biasa.

4. Wire Rope Clip Type DIN

Tipe ini dirancang sesuai dengan standar DIN, memastikan kualitas dan keamanan. Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi industri berat dan konstruksi yang memerlukan kekuatan tarik yang tinggi serta ketahanan terhadap beban dinamis.

5. Fist Grip Clip

Fist grip clip memiliki desain khusus dengan satu lubang yang lebih besar untuk kawat dan dua lubang kecil untuk baut pengencang. Mereka umumnya digunakan dalam aplikasi angkutan dan maritim. Desain ini memungkinkan penyelesaian yang cepat dan efisien dalam pemasangan.

6. Saddle Clip

Saddle clip memiliki bentuk yang mirip dengan sadel kuda dan digunakan untuk menggabungkan dua kawat yang bersilangan. Mereka ideal untuk penggunaan di aplikasi yang melibatkan beban yang dinamis dan bergerak.

7. Turnbuckle

Turnbuckle adalah tipe khusus yang digunakan untuk menyesuaikan ketegangan kawat. Mereka memiliki dua ujung mata yang dapat diputar, memungkinkan penyesuaian panjang kawat baja dengan mudah. Turnbuckle sangat berguna dalam situasi di mana ketegangan kawat perlu diatur secara teratur.

Cara Penggunaan Wire Rope Clamp

  1. Persiapkan Kawat: Pastikan ujung kawat sudah bersih dan tidak rusak. Potong bagian kawat yang rusak jika diperlukan.
  2. Pasang Klam: Letakkan dua ujung kawat yang akan digabungkan dalam klam. Pasang plat penjepit di sekitar kawat dan pastikan ujung kawat melintasi satu sama lain.
  3. Pasang Baut Pengencang: Masukkan baut pengencang dan mur ke dalam lubang yang telah disediakan pada klam. Pastikan baut dan mur dikencangkan dengan kuat menggunakan alat pengencang yang sesuai.
  4. Periksa Keamanan: Setelah klam terpasang, periksa kembali kekuatan pengencangan dan pastikan bahwa klam tidak bergeser atau longgar. Pastikan klam terpasang dengan aman dan kokoh.

Penutup

Dengan pemahaman yang baik tentang fungsi, jenis, dan cara penggunaan wire rope clamp, Anda dapat memastikan keamanan dan kestabilan kawat baja dalam berbagai aplikasi. Pastikan untuk selalu mengikuti pedoman produsen dan standar keamanan saat menginstal wire rope clamp untuk memastikan keselamatan dan kinerja yang optimal dalam penggunaan sehari-hari.

20 Juni 2024.
Midiatama
6 Fungsi Wire Rope Clamp Untuk Menjaga Keamanan Pekerja!
Safety K3
6 Fungsi Wire Rope Clamp Untuk Menjaga Keamanan Pekerja!

Wire rope clamp, atau klam angkut kawat, merupakan salah satu aksesori penting dalam industri angkutan barang dan konstruksi. Klam ini memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan kestabilan kawat baja yang digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengangkutan berat hingga penggunaan di kapal laut.

Pengertian Wire Rope Clamp

Wire rope clamp, juga dikenal sebagai klem tali baja, adalah perangkat pengunci yang digunakan untuk mengamankan ujung tali baja saat sedang bekerja di ketinggian. Fungsinya adalah untuk mencegah tali baja tersebut melonggar atau terlepas dari struktur yang diikatnya.

Klem ini terdiri dari beberapa bagian, termasuk gagang, tubuh, dan kunci atau baut. Gagang berfungsi sebagai pegangan untuk memasang dan melepas klem, sedangkan tubuh merupakan bagian yang menahan tali baja. Kunci atau baut digunakan untuk mengunci tali baja ke dalam klem.

Pemilihan klem yang tepat harus memperhatikan ukuran tali baja yang akan digunakan, material dari klem tersebut, dan standar kualitas yang harus dipenuhi. Memasang klem ini membutuhkan persiapan dengan membersihkan bagian ujung tali baja dan memastikan semua komponen klem dalam kondisi baik. Langkah-langkah pemasangannya harus sesuai dengan petunjuk penggunaan untuk menghindari kecelakaan.

Wire rope clamp penting untuk menjaga keamanan saat menggunakan tali baja. Inspeksi rutin terhadap kondisi klem dan tali baja yang terkunci perlu dilakukan untuk mencegah kecelakaan. Perawatan yang tepat seperti membersihkan klem secara berkala dan melumasi bagian-bagian yang bergerak akan memperpanjang umur pakai klem ini.

Fungsi Wire Rope Clamp

Klam angkut kawat baja, yang juga dikenal sebagai wire rope clamp, memiliki fungsi utama dalam menjaga keamanan dan kestabilan kawat baja yang digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengangkutan beban berat dan proyek-proyek konstruksi. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari wire rope clamp:

1. Menggabungkan Ujung Kawat Baja

Fungsi utama dari wire rope clamp adalah menggabungkan dua ujung kawat baja menjadi satu dengan cara yang aman dan kokoh. Proses ini memungkinkan pembentukan rantai atau tali kawat yang lebih panjang dari yang tersedia dalam satu gulungan, memenuhi kebutuhan aplikasi yang memerlukan panjang yang lebih besar.

2. Menjaga Kestabilan Struktural

Wire rope clamp berperan penting dalam menjaga kestabilan struktural. Mereka memastikan bahwa kawat-kawat yang terhubung tetap dalam posisi yang benar, mencegah pergeseran yang dapat menyebabkan keretakan atau kegagalan struktural pada proyek konstruksi.

3. Mengamankan Ujung Kawat pada Peralatan dan Alat Pengangkut

Klam angkut kawat baja digunakan untuk mengamankan ujung kawat pada berbagai jenis peralatan dan alat pengangkut. Mereka memastikan bahwa kawat tetap terpasang dengan aman pada kendaraan angkutan, derek, atau alat pengangkut lainnya, mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan akibat kegagalan kawat.

4. Penggunaan dalam Aplikasi Maritim

Dalam aplikasi maritim, wire rope clamp sering digunakan untuk mengamankan kawat-kawat yang digunakan pada kapal dan perahu. Mereka memastikan keamanan dan kekuatan kawat di tengah tantangan lingkungan laut yang keras dan dinamis.

5. Penggunaan dalam Proyek Konstruksi Besar

Dalam proyek-proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi atau infrastruktur besar lainnya, wire rope clamp digunakan untuk menggabungkan kawat baja yang sangat panjang. Penggunaan klam yang tepat memastikan kekokohan struktur dan keamanan para pekerja yang berada di lokasi konstruksi.

6. Penggunaan dalam Pertanian dan Pertambangan

Dalam industri pertanian dan pertambangan, wire rope clamp digunakan untuk mengamankan kawat-kawat yang digunakan pada berbagai jenis mesin dan peralatan, memastikan keberlanjutan operasi tanpa risiko kegagalan kawat.

17 Juni 2024.
Midiatama
Memahami Peran Counter Weight Pada Forklift!
Safety K3
Memahami Peran Counter Weight Pada Forklift!

Forklift, alat berat yang tak tergantikan dalam industri, memainkan peran penting dalam memindahkan barang-barang secara efisien di tempat kerja. Salah satu komponen utama yang membuat forklift stabil dan aman adalah counter weight, atau bobot pengimbang.

Definisi Counter Weight

Counter weight adalah bagian dari forklift yang dirancang untuk menyeimbangkan beban yang diangkat oleh tines atau fork pada bagian depan forklift. Saat forklift mengangkat beban yang berat di bagian depan, counter weight bertugas untuk mencegah forklift dari terbalik ke depan. Ini membuat forklift tetap stabil saat melakukan operasi pengangkatan atau pemindahan barang.

Fungsi Counter Weight pada Forklift

Counter weight, atau bobot penyeimbang, adalah salah satu komponen kunci pada forklift yang memiliki fungsi utama dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas selama operasi. Berikut adalah beberapa fungsi counter weight pada forklift:

1. Menyeimbangkan Beban

Fungsi utama counter weight pada forklift adalah untuk menyeimbangkan beban yang diangkut oleh forklift. Dengan adanya counter weight yang tepat, forklift dapat menjaga keseimbangan dan stabilitasnya saat mengangkat beban yang berat, sehingga mengurangi risiko terjatuh atau kehilangan keseimbangan.

2. Mencegah Terjatuh

Counter weight juga berperan dalam mencegah terjatuhnya forklift saat sedang mengangkat beban yang berat. Bobot ekstra dari counter weight membantu menjaga agar forklift tetap tegak dan stabil selama operasi.

3. Meningkatkan Keamanan

Dengan keseimbangan yang baik, counter weight membantu meningkatkan keamanan selama operasi forklift. Risiko terjadinya kecelakaan atau insiden akibat kehilangan keseimbangan dapat diminimalkan dengan adanya counter weight yang sesuai.

4. Memperbaiki Efisiensi

Counter weight juga dapat meningkatkan efisiensi operasional forklift. Dengan menyeimbangkan beban, forklift dapat beroperasi dengan lebih efisien dan mudah manuver, sehingga meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

5. Pentingnya Desain yang Tepat

Desain counter weight pada forklift harus dipertimbangkan dengan cermat sesuai dengan kapasitas angkut dan distribusi beban forklift. Dengan desain yang tepat, counter weight pada forklift dapat berfungsi secara optimal dan membantu meningkatkan kinerja forklift secara keseluruhan.

Peran Keselamatan Counter weight

Counter weight pada forklift atau biasa disebut juga dengan bobot penyeimbang, memainkan peran yang sangat penting dalam keselamatan operasi mobile forklift rantai angkat. Berikut adalah beberapa peran utama keselamatan yang dimiliki oleh counterweight:

1. Menyeimbangkan Beban

Counterweight dirancang untuk menyeimbangkan beban yang diangkat oleh forklift. Saat forklift mengangkat beban berat di depannya, counterweight yang terletak di bagian belakang akan memberikan penyeimbangan sehingga forklift tetap stabil saat bergerak.

2. Mencegah Terguling

Salah satu bahaya utama dalam penggunaan forklift adalah risiko terguling. Counterweight yang ditempatkan di bagian belakang forklift membantu mencegah terguling ke depan saat mengangkat beban yang berat di bagian depan.

3. Menjaga Stabilitas

Counterweight meningkatkan stabilitas forklift secara keseluruhan. Dengan memberikan penyeimbangan tambahan, counterweight membantu mencegah kemungkinan forklift terjatuh atau terbalik saat beroperasi di medan yang tidak rata atau saat menangani beban yang berat.

4. Meningkatkan Keamanan Operator

Dengan menjaga stabilitas forklift, counterweight juga membantu meningkatkan keamanan operator. Dengan adanya penyeimbangan yang baik, operator dapat bekerja dengan lebih percaya diri dan mengurangi risiko kecelakaan atau cedera akibat kegagalan keselamatan.

5. Kepatuhan terhadap Standar Keselamatan

Counterweight memainkan peran penting dalam memastikan forklift mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Desain dan instalasi counterweight harus memenuhi persyaratan standar keselamatan industri untuk memastikan operasi forklift yang aman dan andal.

Komponen Counter Weight pada Forklift

Counter weight atau bobot penyeimbang adalah salah satu komponen penting pada mobil forklift rantai angkat yang memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan alat. Berikut adalah komponen-komponen utama dari counterweight:

1. Beton atau Logam Berat: Biasanya, counterweight terbuat dari bahan berat seperti beton atau logam, seperti besi tuang atau baja. Bahan-bahan ini dipilih karena kepadatan dan kekuatannya yang tinggi, yang memungkinkan counterweight untuk memberikan penyeimbangan yang efektif.

2. Pemasangan yang Terintegrasi: Counterweight biasanya dipasang secara terintegrasi dengan struktur utama forklift. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyeimbangan yang optimal dan untuk mencegah pergeseran atau getaran selama operasi.

3. Desain Aerodinamis: Beberapa counterweight memiliki desain aerodinamis untuk mengurangi resistansi udara dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Desain aerodinamis membantu mengoptimalkan kinerja forklift dan mengurangi tekanan angin yang dapat memengaruhi stabilitas.

4. Ukuran dan Berat yang Disesuaikan: Counter weight pada forklift dirancang untuk sesuai dengan model dan kapasitas angkat forklift. Ukuran dan berat counterweight disesuaikan agar dapat memberikan penyeimbangan yang tepat untuk beban yang diangkat oleh forklift.

5. Pengunci Pengaman: Beberapa counter weight pada forklift dilengkapi dengan pengunci pengaman untuk memastikan bahwa counterweight tetap terpasang dengan aman selama operasi. Pengunci pengaman ini membantu mencegah pergeseran atau pelepasan counterweight yang dapat mengganggu stabilitas forklift.

6. Pelapis Pelindung: Counterweight mungkin dilengkapi dengan pelapis pelindung untuk melindungi permukaannya dari korosi atau kerusakan akibat cuaca atau lingkungan kerja yang keras.

7. Pemasangan dan Penyesuaian yang Mudah: Untuk memudahkan pemeliharaan dan perbaikan, counterweight biasanya dirancang untuk pemasangan dan penyesuaian yang mudah. Ini memungkinkan operator atau teknisi untuk dengan cepat mengakses counterweight jika perlu dilakukan perbaikan atau penyesuaian.

Kesimpulan

Counter weight pada forklift adalah bagian integral dari desain forklift yang membantu menjaga keseimbangan dan stabilitas saat mengangkat beban. Dengan menggunakan counter weight yang sesuai, forklift dapat beroperasi dengan efisien dan aman di berbagai lingkungan kerja. Pemahaman yang baik tentang peran dan fungsi counter weight akan membantu meningkatkan keselamatan dan produktivitas di tempat kerja.

14 Juni 2024.
Midiatama
Mengenal Simpul dan Angkur Dasar Pada Akses Tali
Safety K3
Mengenal Simpul dan Angkur Dasar Pada Akses Tali

Pada setiap kegiatan di ketinggian yang melibatkan penggunaan tali, baik itu Bekerja membersihkan kaca gedung, melakukan pekerjaan pada ketinggian, atau bahkan menyelamatkan korban, pemahaman yang kuat tentang simpul dan penggunaan angkur adalah hal yang sangat penting. Simpul dan angkur adalah dua elemen dasar yang membentuk fondasi keamanan dan efektivitas dalam akses tali.

Apa Itu Simpul Tali?

Simpul tali merupakan suatu pengikatan tali yang digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk mengikat tali pada diri sendiri, mengaitkan dua tali bersama, atau bahkan untuk membentuk titik pengaman yang kuat. Dalam kegiatan ekstrem, pemilihan dan penguasaan simpul yang tepat dapat membuat perbedaan antara keselamatan dan bahaya.

Beberapa Jenis Simpul yang Umum Digunakan:

  • Figure Eight Knot (Simpul Delapan): Simpul tali ini sering digunakan untuk mengikat ujung tali agar tidak lepas. Keamanan simpul ini terletak pada struktur yang kokoh dan mudah untuk dilepaskan setelah digunakan.
  • Clove Hitch (Simpul Cangklong): Digunakan untuk mengikat tali pada objek yang berbentuk bulat atau silindris. Simpul ini cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran objek.
  • Double Fisherman’s Knot (Simpul Ikan Ganda): Ideal untuk mengikat dua ujung tali bersama-sama, menciptakan pengikatan yang kuat dan aman. Simpul ini umum digunakan dalam pembuatan loop tali atau untuk menyambungkan dua tali yang berbeda.
  • Bowline Knot (Simpul Bajak Laut): Simpul tali ini memberikan loop yang kuat yang tidak akan melonggar, sehingga ideal untuk mengaitkan tali pada pinggang atau benda lainnya.

Setiap simpul tali memiliki kegunaan dan kelebihannya masing-masing, dan penting bagi para pengguna tali untuk memahami dan menguasai setidaknya beberapa jenis simpul yang umum digunakan.

Pengertian Angkur pada Akses Tali

Angkur merupakan titik atau struktur yang digunakan untuk mengamankan tali dalam kegiatan ekstrem. Sebuah angkur yang baik haruslah stabil dan dapat diandalkan untuk menahan beban yang diberikan oleh pengguna tali. Dalam beberapa kasus, angkur dapat berupa struktur alami seperti pohon yang kuat atau batu besar yang terjebak di tempatnya. Namun, dalam kebanyakan situasi, pengguna tali perlu membuat angkur buatan sendiri untuk menjamin keamanan mereka.

Beberapa Teknik Angkur Dasar yang Umum Digunakan:

  1. Wrap 3 Pull 2 (Membungkus 3 Tarik 2): Teknik ini melibatkan membungkus tali di sekitar objek angkur minimal tiga kali, kemudian menarik dua ujung tali tersebut untuk menciptakan penguncian yang kuat.
  2. Natural Anchor (Angkur Alami): Memanfaatkan struktur alami seperti pohon besar, batu besar, atau akar yang kuat sebagai titik pengaman. Penting untuk memastikan bahwa angkurnya stabil dan tidak akan bergeser saat digunakan.
  3. Artificial Anchor (Angkur Buatan): Menggunakan peralatan seperti camming devices, nuts, atau bolts untuk membuat titik pengaman buatan. Teknik ini memerlukan pemahaman yang baik tentang peralatan yang digunakan dan bagaimana cara memasangnya dengan aman.
  4. Equalized Anchor (Angkur Seimbang): Menggabungkan beberapa angkur menjadi satu sistem yang terdistribusi dengan baik, sehingga menyeimbangkan beban secara merata dan mengurangi risiko kegagalan pada satu titik angkur.

Dengan memahami teknik-teknik angkur yang berbeda, para pengguna tali dapat memastikan bahwa mereka memiliki titik pengaman yang kuat dan dapat diandalkan dalam setiap situasi.

Konsekuensi dan Risiko Ketika Simpul dan Angkur Dasar Pada Akses Tali Tidak berfungsi

Ketika simpul tali dan angkur dasar pada akses tali tidak berfungsi, dapat timbul berbagai masalah dan risiko yang mengancam keselamatan pengguna tali. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang konsekuensi yang mungkin terjadi ketika simpul dan angkur tidak berfungsi:

1. Kegagalan Struktural

Jika simpul yang digunakan tidak terikat dengan baik atau angkur tidak stabil, ada risiko struktur tersebut gagal menahan beban yang diberikan oleh pengguna tali. Ini dapat mengakibatkan jatuhnya pengguna tali atau bahkan runtuhnya bagian dari struktur tersebut.

2. Kehilangan Pengamanan

Simpul dan angkur dasar yang tidak berfungsi dapat menyebabkan hilangnya titik pengamanan yang diperlukan untuk melindungi pengguna tali. Tanpa pengamanan yang tepat, pengguna tali menjadi rentan terhadap jatuh atau tergelincir, meningkatkan risiko cedera serius atau bahkan kematian.

3. Kekurangan Kontrol

Tanpa simpul yang kuat atau angkur yang stabil, pengguna tali dapat kehilangan kontrol atas gerakan mereka. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memanjat atau menuruni area yang curam, meningkatkan risiko terjebak atau terjatuh.

4. Waktu dan Tenaga Terbuang

Jika simpul atau angkur tidak berfungsi, pengguna tali harus menghabiskan waktu dan tenaga tambahan untuk memperbaiki atau mencari alternatif pengamanan. Hal ini dapat mengganggu jalannya kegiatan dan bahkan menyebabkan kelelahan fisik yang berpotensi berbahaya.

5. Pertimbangan Etika dan Lingkungan

Penggunaan angkur buatan yang tidak efektif atau merusak struktur alami dapat menimbulkan masalah etika dan lingkungan. Merusak lingkungan alamiah dapat mengganggu ekosistem lokal dan meninggalkan dampak negatif yang berkepanjangan.

Dalam keseluruhan, ketidakberfungsian simpul dan angkur dasar pada akses tali dapat mengarah pada situasi berbahaya dan risiko serius bagi keselamatan pengguna tali. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa, menguji, dan memastikan bahwa simpul dan angkur yang digunakan dalam kegiatan ekstrem adalah aman dan efektif sebelum digunakan.

Kesimpulan

Dalam kegiatan ekstrem yang melibatkan penggunaan tali, pemahaman tentang simpul dan angkur adalah kunci untuk keamanan dan efektivitas. Simpul digunakan untuk mengikat tali dengan aman dan membuat struktur yang kuat, sementara angkur menyediakan titik pengaman yang stabil untuk mengamankan tali. 

11 Juni 2024.
Midiatama
Pembersihan Kaca Gedung Menggunakan Rope Access: Ketahui Manfaat dan Tekniknya!
Safety K3
Pembersihan Kaca Gedung Menggunakan Rope Access: Ketahui Manfaat dan Tekniknya!

Pembersih kaca gedung merupakan tugas yang penting dalam mempertahankan kebersihan dan penampilan estetika gedung. Namun, gedung-gedung tinggi dan struktur yang sulit dijangkau seringkali menjadi tantangan dalam menjalankan pekerjaan ini.

Di sinilah teknik rope access masuk sebagai solusi yang efisien dan aman. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi penggunaan rope access dalam pembersihan kaca gedung, dan bagaimana teknik ini meningkatkan efisiensi dan keamanan.

Pengertian Rope Access

Rope access adalah metode akses yang melibatkan penggunaan tali, peralatan pengaman, dan teknik khusus untuk mengakses dan bekerja di area yang sulit dijangkau, termasuk pembersihan kaca gedung. Metode ini melibatkan tim pekerja yang terlatih dan berpengalaman dalam menggunakan tali pengaman dan peralatan khusus untuk mencapai area yang tinggi atau sulit dijangkau dengan efisiensi dan keamanan yang tinggi.

Manfaat Membersihkan Kaca Gedung Menggunakan Rope Access

1. Efisiensi Waktu Pengerjaan

Salah satu Manfaat utama menggunakan rope access dalam pembersihan gedung adalah efisiensi waktu, pengerjaannya lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional seperti penggunaan tangga, lift, atau scaffolding.

2. Menghemat Biaya Pengoperasian

Selain itu, dengan menggunakan teknik rope access, biaya operasional dapat dikurangi. Rope access menghilangkan kebutuhan akan struktur fisik tambahan seperti scaffolding atau tangga yang memakan biaya dan waktu dalam persiapan.

3. Keselamatan yang Unggul

Keselamatan adalah aspek utama dalam pembersihan kaca gedung, mengingat risiko tinggi yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Dengan menggunakan rope access, para pekerja dilatih secara khusus untuk bekerja di ketinggian dan menghadapi situasi darurat dengan bijaksana.

4. Kemampuan Akses ke Area Sulit

Salah satu keunggulan rope access adalah kemampuannya untuk mencapai area yang sulit dijangkau oleh metode lain. Pekerja dapat mengakses sisi bangunan yang tersembunyi atau terhalang oleh struktur lain.

5. Efisiensi Kerja yang Tinggi

Dengan rope access, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembersihan dapat dikurangi secara signifikan. Pekerja yang terlatih dengan baik dapat bergerak dengan cepat dan efisien di sepanjang permukaan kaca gedung, tanpa harus mendirikan peralatan besar seperti perancah atau lift eksternal. Ini meminimalkan gangguan pada aktivitas sehari-hari di gedung dan mengoptimalkan waktu pembersihan.

6. Ramah Lingkungan

Dibandingkan dengan menggunakan perancah atau lift eksternal, metode ini mengurangi konsumsi energi karena tidak memerlukan penggunaan sumber daya tambahan. Selain itu, karena pekerja dapat mencapai seluruh area dengan lebih mudah, hal ini mengurangi kebutuhan untuk membersihkan ulang area yang terlewatkan.

7. Fleksibilitas dan Keterjangkauan Biaya

Metode rope access adalah salah satu alternatif pembersihan kaca gedung yang paling terjangkau. Peralatan yang diperlukan relatif sederhana dibandingkan dengan metode lain seperti perancah atau lift eksternal. Biaya perawatan dan penggantian peralatan juga lebih rendah. Selain itu, pekerjaan pembersihan yang cepat dan efisien berarti waktu kerja yang lebih singkat, yang berarti penghematan biaya tenaga kerja.

Teknik Rope Access Untuk Membersihkan Gedung

Pekerjaan membersihkan kaca gedung adalah salah satu pekerjaan paling berbahaya karena kamu akan membersihkan kaca luar gedung yang memiliki ketinggian hingga di atas 20 meter.

Maka dari itu untuk melakukan pekerjaan tersebut kamu membutuhkan perencanaan, persiapan, teknik rope access yang tepat, dan yang paling terpenting adalah sertifikat pelatihan TKPK. Nah, di sini saya akan kasih tahu ke kamu mulai dari persiapan hingga teknik rope access yang tepat.

Perencanaan Pembersihan Kaca Gedung

1. Evaluasi risiko dan identifikasi bahaya potensial: Evaluasi risiko merupakan langkah penting sebelum memulai pembersihan kaca gedung. Pekerja rope access perlu mengidentifikasi bahaya potensial seperti kondisi cuaca buruk, gangguan lingkungan, atau kehadiran benda tumpahan di sekitar area kerja. Dengan mengevaluasi risiko, langkah-langkah pencegahan yang sesuai dapat diambil untuk menjaga keamanan pekerja.

2. Penentuan peralatan dan persiapan yang tepat: Memilih peralatan yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi. Pekerja rope access harus mempertimbangkan alat pembersih kaca yang efektif, seperti alat sikat atau alat vakum, yang sesuai dengan ukuran dan jenis kaca gedung yang akan dibersihkan. Persiapan lainnya meliputi pengadaan tali pengaman, sabuk pengaman, helm, dan perlengkapan pelindung diri lainnya.

3. Perencanaan kerja yang efisien: Untuk meningkatkan efisiensi, perencanaan kerja yang matang sangat penting. Ini melibatkan pengaturan urutan kerja yang efisien, alokasi waktu yang tepat, dan koordinasi yang baik antara anggota tim. Pekerja rope access perlu mengorganisir pekerjaan sedemikian rupa sehingga mereka dapat bekerja dengan lancar dan efisien, menghindari tumpang tindih tugas, dan memaksimalkan produktivitas.

Persiapan Pribadi dan Tim Yang Matang

1. Persyaratan keahlian dan pelatihan: Pekerja rope access harus memiliki pelatihan khusus dalam teknik rope access dan memahami prinsip-prinsip keselamatan yang terkait. Pelatihan ini meliputi penggunaan peralatan, teknik penjagaan diri, pemahaman tentang prosedur evakuasi darurat, dan penanganan situasi darurat lainnya. Keahlian ini akan memastikan bahwa pekerja rope access dapat bekerja dengan aman dan efisien.

2. Penggunaan peralatan pengamanan dan perlindungan diri: Keselamatan pribadi adalah prioritas utama dalam pekerjaan rope access. Pekerja harus menggunakan peralatan pengaman seperti tali pengaman, sabuk pengaman, dan helm yang sesuai. Selain itu, penggunaan perlengkapan pelindung diri seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu bot yang memadai juga penting untuk melindungi pekerja dari cedera.

3. Komunikasi yang efektif dalam tim: Komunikasi yang jelas dan efektif adalah kunci dalam pekerjaan rope access. Pekerja harus mampu berkomunikasi secara verbal dan visual dengan anggota tim lainnya untuk memastikan keselamatan dan koordinasi yang baik. Komunikasi yang efektif memungkinkan tim untuk mengoordinasikan tugas, mengatasi tantangan yang mungkin timbul, dan menjalankan pembersihan kaca gedung dengan efisiensi maksimal.

Teknik Rope Access Yang Tepat

1. Double Rope System: Teknik double rope system atau sistem tali ganda adalah dasar dari teknik rope access. Para pekerja menggunakan dua tali yang terpasang pada titik pengamanan yang kuat di atas gedung. Tali pertama digunakan sebagai tali kerja, sementara tali kedua adalah tali cadangan yang berfungsi sebagai langkah keselamatan tambahan.

2. Rope Descending: Teknik rope descending adalah teknik menuruni gedung menggunakan perangkat khusus. Para pekerja dapat mengatur kecepatan penurunan dengan aman sehingga dapat bekerja secara efisien di sepanjang permukaan kaca gedung.

3. Rope Ascending: Teknik rope ascending adalah teknik untuk mendaki kembali ke atas gedung setelah selesai melakukan pembersihan. Para pekerja dapat menggunakan alat khusus untuk mendaki tali dengan nyaman dan aman.

4. Work Positioning: Teknik work positioning memungkinkan para pekerja untuk bekerja dengan nyaman dan stabil di lokasi kerja. Peralatan seperti sabuk dan alat pengaman lainnya digunakan untuk memposisikan diri dengan tepat sehingga dapat mencapai area pembersihan dengan mudah.

5. Rescue Techniques: Selain teknik pembersihan, para pekerja rope access juga dilatih dalam teknik penyelamatan darurat. Mereka terlatih untuk merespons situasi darurat dengan cepat dan efisien, memastikan keselamatan mereka dan keselamatan rekan kerja.

Kesimpulan

Teknik rope access adalah metode pembersihan kaca gedung yang efektif, efisien, dan aman. Dengan menggunakan teknik ini, pembersihan kaca gedung dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, tanpa mengorbankan keselamatan pekerja. Metode ini memungkinkan akses ke area-area sulit dijangkau dan mengoptimalkan produktivitas pembersihan.

09 Juni 2024.
Midiatama
1
...
9
10
11
8
9
10
11
12
...
54

Artikel Populer

10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

05 September 2024.
410 Views
10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

27 September 2024.
388 Views
Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

24 Agustus 2023.
365 Views
Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

11 Mei 2023.
338 Views
Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

19 Agustus 2024.
325 Views
Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

23 September 2024.
321 Views
6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

26 Agustus 2024.
313 Views
Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

19 September 2024.
299 Views
Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline
Kontak Kami
Fast Respon (Sales)

0899-3386423 (Beni)

0852-1011-9176 (Risma)

0878-88880799 (Soka)

0815-32705432 (Amanda)

Telephone (Office)

021-2126380 (24 Jam)

021-22545432 (Jam Kerja)

021-58906930 (Jam kerja)

Email

[email protected]

[email protected]

Office

Gedung Wisma Presisi, Lantai 1 No 4, Jalan Taman Aries RT.05/RW2, Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat 11620

Business Partner

Lihat partner lainnya

HSE
Garuda
LSPK3 Indonesia
ALPK3 Indonesia
Bantuan

Hubungi Kami

Syarat

Syarat dan Ketentuan

FAQ

Sosial Media

Facebook

Instagram

Youtube

Aplikasi Miccapro
Aplikasi Miccapro di App StoreAplikasi Miccapro di Google Play
HUBUNGI KAMI
Fast Respon (Sales)

0899-3386423 (Beni)

0852-1011-9176 (Risma)

0878-88880799 (Soka)

0815-32705432 (Amanda)

Telephone (Office)

021-2126380 (24 Jam)

021-22545432 (Jam Kerja)

021-58906930 (Jam kerja)

ALAMAT KAMI

PT. Mitra Dinamis Yang Utama (PJK3 Midiatama Academy) Gedung Wisma Presisi, Lantai 1 No. 4, Jalan Taman Aries RT.5/RW.2 Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat 11620

Email

[email protected]

[email protected]

Jam Kerja

08.00 WIB - 17.00 WIB

BANTUAN

Hubungi Kami

Syarat

Syarat dan Ketentuan

FAQ

Business Partner
HSE
Garuda
LSPK3 Indonesia
ALPK3 Indonesia

Lihat lebih banyak

SOCIAL MEDIA

Facebook

Instagram

Youtube

Aplikasi Miccapro
Aplikasi Miccapro di App StoreAplikasi Miccapro di Google Play
© Copyright 2020 - 2025 PT Mitra Dinamis Yang Utama
Powered By Midiatama