Pendidikan minimal S1 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Perkapalan, Teknik Kelautan, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Nautika, Permesinan Kapal, atau jurusan lain yang relevan.
Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang HSE, ISM Code, DPA, operasi pelayaran, logistik maritim, atau manajemen keselamatan kapal, dengan pengalaman minimal 2 tahun pada posisi supervisor atau manajerial.
Wajib memiliki Sertifikat Designated Person Ashore (DPA) yang masih berlaku.
Memiliki sertifikat Ahli K3 Umum (AK3 Umum) menjadi nilai tambah.
Diutamakan memiliki sertifikasi Internal Auditor atau Lead Auditor ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, ISO 9001:2015, ISM Code Internal Auditor, ISPS Code Awareness, Incident Investigation, Risk Assessment, Fire Fighting, Basic Safety Training (BST), atau sertifikasi maritim lainnya yang relevan.
Memiliki pengalaman dalam pelaksanaan audit internal, inspeksi kapal, investigasi insiden, pengelolaan dokumen HSE, emergency preparedness, serta pengembangan sistem manajemen keselamatan.
Subject Email: Posisi yang Dilamar – Nama Lengkap.
Disclaimer : PT. Midiatama tidak terafiliasi apapun dengan perusahaan yang tertampil di karir ini, kami hanya menyediakan informasi lowongan kerja yang mungkin bisa membantu untuk alumni midiatama atau untuk umum. Bila anda perusahaan atau personal yang keberatan terkait tertampil nya loker anda bisa langsung Hubungi Admin Kami.
Tugas & Tanggung Jawab
Memimpin implementasi sistem Health, Safety, and Environment (HSE) serta fungsi Designated Person Ashore (DPA) sesuai ketentuan ISM Code, SMK3, regulasi nasional, dan persyaratan pelanggan.
Memastikan seluruh operasional kapal dan aktivitas pendukung memenuhi standar keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Melakukan monitoring, evaluasi, dan pengembangan sistem manajemen HSE, termasuk penyusunan kebijakan, prosedur, standar operasional, serta program peningkatan budaya keselamatan.
Mengawasi pelaksanaan inspeksi kapal, audit internal, safety patrol, emergency drill, investigasi insiden, serta memastikan seluruh tindakan perbaikan dan pencegahan dilaksanakan secara efektif.
Melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta memastikan pengendalian risiko diterapkan secara konsisten pada seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Mengelola pelaporan HSE, statistik keselamatan, KPI, evaluasi kinerja HSE, serta menyampaikan laporan kepada manajemen dan pihak regulator apabila diperlukan.
Bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dengan kapal dalam memastikan implementasi ISM Code berjalan secara efektif, termasuk memberikan dukungan terhadap penyelesaian permasalahan keselamatan operasional.
Mengkoordinasikan pelaksanaan pelatihan HSE, safety induction, emergency response, serta peningkatan kompetensi personel sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
Berkoordinasi dengan regulator, pelanggan, klasifikasi kapal, auditor eksternal, serta pihak terkait lainnya dalam rangka memastikan kepatuhan terhadap seluruh persyaratan HSE dan keselamatan pelayaran.
Mendorong terciptanya budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, kepatuhan, perlindungan lingkungan, serta perbaikan berkelanjutan di seluruh unit operasional perusahaan.
Harus punya keterampilan:
Soft Skill:
Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Kemampuan komunikasi dan presentasi yang baik.
Mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Berpikir analitis dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Mampu membangun budaya keselamatan kerja yang positif.
Memiliki kemampuan koordinasi lintas fungsi yang baik.
Disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.
Mampu bekerja di bawah tekanan dan memenuhi target operasional.
Berintegritas tinggi serta memiliki etika kerja yang profesional.
Berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement).
Hard Skill:
Implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3).
Implementasi ISM Code dan ISPS Code.
Manajemen Risiko (Risk Assessment).
Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC).
Investigasi Insiden dan Root Cause Analysis (RCA).
Emergency Response Planning.
Audit Internal HSE dan ISM Code.
Safety Inspection dan Compliance Monitoring.
Pengelolaan Dokumen HSE dan Sistem Manajemen.
Manajemen Kepatuhan Regulasi Maritim.
Pengelolaan KPI HSE.
Microsoft Office dan sistem pelaporan HSE.