Logo
Logo
BerandaPelatihanMidiatamaJadwalInstrukturKarirArtikel
Login
Artikel
Artikel Populer
10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

6 Juni -14 Juni 2024, 410 Views

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

6 Juni -14 Juni 2024, 388 Views

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

6 Juni -14 Juni 2024, 365 Views

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

6 Juni -14 Juni 2024, 338 Views

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

6 Juni -14 Juni 2024, 325 Views

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

6 Juni -14 Juni 2024, 321 Views

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

6 Juni -14 Juni 2024, 313 Views

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

6 Juni -14 Juni 2024, 299 Views

Artikel Terbaru
Safety K3
Mengapa Pelatihan K3 Sangat Penting?
26 November 2021
Mengapa Pelatihan K3 Sangat Penting?
Safety K3
Cara Meredakan Sakit Gigi
24 November 2021
Cara Meredakan Sakit Gigi
Safety K3
Mengenal Karakteristik Sakit Gigi
22 November 2021
Mengenal Karakteristik Sakit Gigi
Safety K3
Yuk Kenalan dengan Sakit GIGI
20 November 2021
Yuk Kenalan dengan Sakit GIGI
Safety K3
10 Cara Mengangkat Dan Membawa Barang Dengan Benar
18 November 2021
10 Cara Mengangkat Dan Membawa Barang Dengan Benar
Safety K3
Jangan Panik, Berikut Mengatasi Luka Robek Akibat Terjatuh
16 November 2021
Jangan Panik, Berikut Mengatasi Luka Robek Akibat Terjatuh
Safety K3
Mengenal Lebih Jauh, Apa Itu Luka?
14 November 2021
Mengenal Lebih Jauh, Apa Itu Luka?
Safety K3
SMK3, Kebutuhan atau Paksaan? Hmm..
12 November 2021
SMK3, Kebutuhan atau Paksaan? Hmm..
1
...
45
46
47
44
45
46
47
48
...
59
  1. Home
  2. Artikel

Artikel

Mengapa Pelatihan K3 Sangat Penting?
Safety K3
Mengapa Pelatihan K3 Sangat Penting?

Saat ini untuk masuk ke dalam suatu perusahan kita harus mempunyai banyak ahli agar perusahaan tersebut mau menrima lamaran kita. Saat ini perusahaan tidak sembarang dalam memilih karyawan yang mana perusahaan saat ini menyeleksi karyawan dan diambil yang paling baik dari calon karyawan yang akan melamar di perusahaan tersebut.

Keahlian yang paling dibutuhkan oleh perusahaan diantaranya yaitu K3. K3 yaitu keselamatan keamanan kerja yang mana dalam K3 ini kita dituntut untuk bekerja secara safety agar kita terhindar dari cedera akibat pekerjaan yang kita alami.

Saat ini untuk dapat mengetahui tentang ilmu K3 tersebut kita bisa mengikuti pelatihan k3 yang sudah banyak dibuka oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Dengan kita mengikuti pelatihan K3 kita akan bisa mengetahui cara bekerja dengan aman dan tidak berdampak pada cedera.

Manfaat ikut pelatihan K3:

  1. Dengan kita memiliki pelatihan K3 kita bisa mengetahui ilmu tentang bekerja secara aman dan selamat. Saat ini ilmu tentang K3 sangat dibutuhkan oleh karyawan yang akan masuk perusahaan apalagi bagi orang yang bekerja di luar atau bekerja di lapangan. Dengan memiliki ilmu K3 kita bisa bisa mencegah cedera yang akan kita dapatkan pada saat bekerja.
  2. Selain mendapatkan ilmu mengenai K3 dengan kita mengikuti pelatihan kita juga akan mendapatkan sertifikat dari keikutsertaan kita dalam pelatihan K3. Sertifikat keikutsertaan kita dalam pelatihan K3 sangat bermanfaat bagi anda yang sedang ingin melamar suatu pekerjaan. Dengan anda mempunyai sertifikat K3 ini anda akan mempunyai nilai lebih dimata HRD yang biasanya bertugas untuk menerima karyawan baru.
  3. Selain itu dengan kita mengikuti pelatihan K3 kita juga bisa semakin waspada dalam bekerja. Selain itu jika kita nanti dijadikan atasan di kantor yang akan kita tempati untuk bekerja kita juga bisa melakukan suatu program K3 untuk karyawan yang kita awasi. Selain itu kita juga bisa memberikan ilmu kepada karyawan bawahan kita tentang pentingnya bekerja dengan menggunakan K3.
26 November 2021.
Midiatama
Cara Meredakan Sakit Gigi
Safety K3
Cara Meredakan Sakit Gigi

Berikut cara-cara meredakan sakit gigi yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah:

  • Berkumur dengan air hangat. Anda juga bisa mencoba berkumur dengan air garam, dengan melarutkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menyelip di sela-sela gigi.
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Pilih obat-obatan yang mengandung parasetamol untuk anak-anak. Ibuprofen aman digunakan untuk orang dewasa.
  • Jika sakit gigi disebabkan oleh trauma, gunakan kompres dingin dari sisi luar pipi.
  • Letakkan es batu pada tangan Anda, pada sisi yang sama dengan gigi yang sakit. Oleskan es batu pada sela antara jempol dan jari telunjuk sekitar 7 menit atau sampai area tersebut terasa baal. 
  • Minyak cengkeh dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit. Oleskan langsung ke area yang sakit atau teteskan minyak cengkeh ke kapas, lalu tekan-tekan area yang sakit dengan kapas tersebut.
  • Bawang putih mengandung allicin yang akan keluar saat dipotong/ditumbuk. Allicin dikenal sebagai kandungan bawang putih yang dapat melawan penyakit.

Jika sakit gigi yang Anda rasakan disertai dengan tanda-tanda berikut, Anda perlu segera periksa ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut:

  • Sakit gigi yang menetap lebih dari 2 hari
  • Sakit gigi yang tidak reda dengan obat pereda nyeri
  • Disertai dengan demam, nyeri saat mengunyah atau membuka mulut, gusi kemerahan, mulut terasa pahit
  • Pipi atau rahang bengkak
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Cara Mencegah Sakit Gigi
Sebagian besar sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang (karies). Untuk mencegah sakit gigi, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan cara:

  • Rutin menggosok gigi dengan pasta gigi mengandung fluoride
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi satu kali sehari
  • Kumur dengan mouthwash 1-2 kali sehari
  • Periksakan gigi Anda ke dokter gigi setiap 6 bulan
  • Kurangi makan-makanan yang mengandung gula
  • Mengaplikasikan fluoride dan sealant. Konsultasi dengan dokter gigi Anda untuk informasi lebih lanjut

Sumber: SehatQ

24 November 2021.
Midiatama
Mengenal Karakteristik Sakit Gigi
Safety K3
Mengenal Karakteristik Sakit Gigi

Sakit gigi merupakan salah satu kondisi yang sering diderita oleh kebanyakan orang. Sakit gigi dapat menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi, makan, dan minum. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sakit gigi, supaya penyebabnya dapat ditangani dengan baik.

Penyebab Sakit Gigi

Untuk dapat meredakan sakit gigi, penyebabnya harus dipahami terlebih dahulu. Penyebab-penyebab sakit gigi, antara lain:

  • Gigi berlubang
  • Sisa makanan yang menyelip di sela gigi, terutama jika gigi Anda renggang
  • Radang akar gigi atau gusi
  • Trauma akibat cedera atau menggigit terlalu keras
  • Gigi retak atau patah
  • Tumbuh gigi
  • Sinusitis
  • Abses gigi
  • Tambalan gigi yang rusak/terlepas

Beda Penyebab, Beda Karakteristik Sakit Giginya

Berikut adalah beberapa karakteristik sakit gigi dan penyebab yang mendasarinya. Penting untuk mengidentifikasi penyebab sakit gigi terlebih dahulu agar dapat mempermudah Anda mencari cara meredakan sakit gigi tersebut.

a) Sakit Gigi Berupa Nyeri Tajam, Menusuk, dan Berlangsung Sebentar

Penyebabnya adalah gigi berlubang, gigi retak atau patah, tambalan gigi yang terlepas. Biasanya muncul jika ada rangsangan panas, dingin, atau manis. Pada kasus gigi retak, sakit dirasakan jika ada sisa makanan keras tersangkut di dalam retakan, dan nyeri muncul setiap kali menggigit atau mengunyah. Gusi yang turun akibat cara sikat gigi yang salah, pasca pembersihan karang gigi, atau gigi yang menipis akibat diet tinggi asam juga dapat menjadi penyebabnya.

b) Sakit Gigi Berupa Nyeri Tumpul, Nyut-nyutan, dan Menetap

Paling sering disebabkan oleh gigi berlubang tahap lanjut. Sakit gigi cenderung terjadi berulang walaupun gigi yang berlubang sudah ditambal. Kondisi ini biasanya terjadi jika lubang sudah mencapai pulpa, sehingga terkena saraf gigi. Awalnya sakit gigi hanya muncul jika ada stimulus, tapi kemudian muncul secara spontan. Stimulus panas memperberat nyeri, sedangkan dingin membuat nyeri berkurang.

Sumber: SehatQ

22 November 2021.
Midiatama
Yuk Kenalan dengan Sakit GIGI
Safety K3
Yuk Kenalan dengan Sakit GIGI

Sakit gigi disebabkan oleh masalah pada saraf di akar gigi atau, kondisi iritasi di sekitar gigi. Infeksi gigi, pembusukan, cedera, atau kehilangan gigi adalah penyebab paling umum dari nyeri gigi.

Nyeri terkadang berasal dari daerah lain yang menyebar ke rahang, sehingga muncul rasa sakit pada gigi. Bakteri yang tumbuh di dalam mulut juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan gigi berlubang.

Sakit gigi dapat dicegah dengan menggunakan dental floss saat membersihkan gigi, menyikat gigi dengan pasta gigi dengan fluoride, dan membersihkan gigi ke dokter gigi dua kali setahun.

Tanda dan Gejala Sakit Gigi, Sakit gigi biasanya diikuti oleh nyeri rahang. Rasa sakit dapat bertahan selama lebih dari 15 detik setelah stimulus (rangsangan panas atau dingin) dihilangkan.

Ketika area peradangan meningkat, rasa sakit akan menjadi lebih parah, dan menyebar ke pipi, telinga, atau rahang. Gejala lain yang merupakan gejala sakit gigi adalah:

  • Nyeri saat mengunyah
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap panas atau dingin
  • Pendarahan atau keluarnya cairan di sekitar gigi atau gusi
  • Pembengkakan di sekitar gigi atau rahang
  • Cedera atau trauma di daerah gigi, rahang dan gusi

Penyebab Sakit Gigi

Sakit gigi terjadi karena adanya peradangan pada bagian tengah gigi yang disebut pulpa. Pulpa berisi ujung saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Peradangan ini disebabkan oleh gigi berlubang, trauma, dan infeksi. Rasa sakit yang ditimbulkan dari rahang dapat menyebabkan gejala sakit gigi.

Cara Mengobati Sakit Gigi

Pengobatan untuk sakit gigi akan tergantung dari penyebabnya. Namun, untuk penanganan awal pengurangan rasa sakit Anda dapat melakukan:

  1. Membersihkan rongga mulut. Bilas rongga mulut dengan air hangat dan menggosok gigi dengan lembut untuk membersihkan area gigi.
  2. Mengontrol pembengkakan dan nyeri. Gunakan kompres hangat dan lembab di luar rongga mulut atau pipi. Anda juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti Ibuprofen atau Acetaminofen.

Sumber: SehatQ

20 November 2021.
Midiatama
10 Cara Mengangkat Dan Membawa Barang Dengan Benar
Safety K3
10 Cara Mengangkat Dan Membawa Barang Dengan Benar

Mengangkat dan membawa adalah pekerjaan yang membutuhkan tenaga. Ketika Anda mengangkat dan membawa dengan cara yang salah, Anda dapat merusak punggung Anda atau berakhir dengan cedera.

Untuk menghindari kecelakaan kerja seperti itu. Berikut adalah beberapa tips yang berguna tentang cara mengangkat dan membawa benda dengan benar dan aman.

  1. Anda harus selalu melindungi tangan dan kaki Anda dengan mengenakan Alat Pelindung Diri yang sesuai.
  2. Selalu gunakan otot perut Anda untuk membantu pinggang di saat mengangkat.
  3. Periksa bawaan Anda dan pastikan sudah didistribusikan secara merata serta tidak menonjol atau memiliki tonjolan tajam.
  4. Periksa lajur yang akan Anda lewati untuk memastikan bahwa tidak ada benda-benda yang akan membuat anda tersandung dan jatuh.
  5. Gunakan lutut sebagai tumpuan, baik dalam mengambil maupun menurunkan benda. Jangan membungkuk atau memutar tubuh Anda sambil membawa benda.
  6. Pastikan berat beban sesuai dengan kemampuan Anda dan membuat Anda nyaman saat membawanya. Minta bantuan rekan jika beban terlalu besar atau terasa berat untuk diangkat oleh satu orang.
  7. Angkat dengan benar dan pastikan pijakan Anda kuat. Jaga punggung tetap lurus, tanpa melengkung atau membungkuk. Pusatkan tubuh Anda di atas kaki, dapatkan pegangan yang baik pada objek dan tarik hingga dekat dengan Anda. Angkat dengan kaki Anda, bukan punggung.
  8. Jika Anda perlu untuk mengubah jalur, putar badan beserta kaki Anda dan jangan hanya memutar punggung Anda saja.
  9. Untuk benda yang berada di tempat tinggi, gunakan tangga yang kokoh untuk mencapai beban tersebut . Dekatkan rak ke tubuh Anda, geser, dan ambil. Lakukan semua pekerjaan dengan lengan dan kaki, bukan punggung.
  10. Benda yang berada di bawah rak dan lemari membutuhkan perawatan ekstra. Tarik benda ke arah Anda sebelum Anda mengangkat. Gunakan kaki Anda untuk menambah daya angkat.
Nah, Sobat Midiatama. Ingatlah teknik angkat berat ini dan terapkan dalam pekerjaan rutin Anda.
18 November 2021.
Midiatama
Jangan Panik, Berikut Mengatasi Luka Robek Akibat Terjatuh
Safety K3
Jangan Panik, Berikut Mengatasi Luka Robek Akibat Terjatuh

Saat tubuh terjatuh, pada umumnya akan menimbulkan luka pada tubuh baik hanya berupa memar atau robek yang mengeluarkan darah. Luka memar pada umumnya melukai bagian dalam tubuh seperti tulang. Sedangkan luka robek pada kulit dapat menimbulkan darah dan memerlukan penanganan khusus untuk menghentikan darah terlebih dahulu

Luka robek merupakan kerusakan pada jaringan tubuh yang terbuka dan dapat mengeluarkan darah. Luka ini harus segera diatasi untuk mengantisipasi pengeluaran darah yang berlebihan terutama apabila robekan pada luka cukup besar.

Cara Mengatasi Luka Robek

Saat kulit luka maka akan menyebabkan lapisan kulit terbuka, sehingga terjadi pendarahan. Pendarahan ini dari mulai kategori ringan sampai dengan berat. Pengobatan luka robek harus dilakukan dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan infeksi pada luka.

Beberapa luka robek memang memerlukan jahitan oleh dokter untuk merekatkan kembali bagian tubuh yang terpisah atau terbuka. Namun tidak semua luka robek harus selalu dijahit, apabila robekan tidak terlalu besar luka tersebut dapat ditutup menggunakan plester.

Plester dapat digunakan untuk menutup luka dengan menempelkan diatas 2 sisi yang robek, bukan menempelkannya mengikuti garis luka.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pengobatan luka robek karena terjatuh, antara lain:

  • Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun antiseptik sebelum mengobati luka robek. Hal ini bertujuan agar tidak ada kuman atau bakteri baru yang masuk ke dalam luka melalui tangan
  • Apabila luka mengeluarkan darah, hentikan pendarahan menggunakan kasa steril dengan menekan pada area luka. Segera panggil dokter apabila terjadi pendarahan hebat.
  • Bersihkan daerah sekitar luka menggunakan cairan fisiologis steril atau cairan infus.
  • Berikan obat oles pada area luka apabila dibutuhkan
  • Tutup luka menggunakan kasa sterill untuk menghindari masuknya kuman pada luka.
  • Pastikan area luka tetap kering dan tidak terkena air.
  • Jaga agar luka robek tetap kering dengan mengganti perban luka secara berkala.
  • Pada beberapa luka robek gunakan plester untuk merapatkan kembali bagian kulit yang terbuka. Plester juga dapat menghentikan pendarahan karena pembekuan terjadi saat pembuluh darah menyempit.

Apabila luka tidak kunjung sembuh dan semakin parah, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang maksimal. Perlu diingat bahwa proses penyembuhan luka robek akan bergantung pada usia, jenis kelamin serta riwayat penyakit pasien.

Selain itu, selama proses penyembuhan luka robek pastikan lingkungan tetap bersih dan terjaga. Hindari paparan asap rokok, serta jaga asupan makanan dengan mengkonsumsi makanan penyembuh luka.

Sumber: medi-call

16 November 2021.
Midiatama
Mengenal Lebih Jauh, Apa Itu Luka?
Safety K3
Mengenal Lebih Jauh, Apa Itu Luka?

Luka adalah salah satu jenis cedera pada kulit yang mengalami robek, teriris, tertusuk, atau ketika terkena benda tumpul sehingga menyebabkan memar. Selain itu, pengertian luka lainnya adalah kondisi terputusnya jaringan lunak, baik saraf, otot, kulit, hingga pembuluh darah.

Terdapat banyak jenis luka yang dapat merusak kulit termasuk luka lecet (abrasi), luka robek (laserasi), cedera ruptur, tusukan, dan luka menembus lapisan kulit. Banyak luka dengan kedalaman yang dangkal membutuhkan pertolongan pertama termasuk pembersihan luka dan pembalutan luka.

Beberapa luka yang lebih dalam perlu mendapat pertolongan medis untuk mencegah infeksi dan mencegah kehilangan fungsi jaringan, karena kerusakan struktur yang mendasari seperti tulang, otot, tendon, arteri dan saraf.

Tujuan dari perawatan medis untuk luka adalah untuk mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi. Meskipun penting, kecantikan dan kosmetika bukanlah pertimbangan utama untuk perbaikan luka. Perawatan dan pengelolaan yang efektif dari individu dengan luka bergantung pada pendekatan holistik dan sistematis yang dilakukannya.

Penyebab Luka - Luka sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Namun pada umumnya penyebab luka yang paling sering terjadi adalah akibat trauma mekanis. Pengertian luka akibat mekanis dapat disebabkan oleh benda tumpul ataupun tajam.

Selain itu, luka juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu luka terbuka dan luka tertutup berdasarkan keutuhan jaringannya. Luka sendiri dapat dapat muncul dengan atau tanpa adanya infeksi.

Kulit dapat rusak dalam berbagai cara tergantung pada mekanisme cedera, di antaranya:

  • Peradangan adalah respons awal kulit cedera.
  • Luka superfisial (di permukaan) dan luka lecet tidak mencederai lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis luka biasanya disebabkan oleh gaya gesekan dengan permukaan kasar
  • Luka lecet dalam (lecet yang lebih dalam karena terpotong atau laserasi) melukai lapisan kulit dan masuk ke jaringan di bawahnya seperti otot atau tulang.
  • Luka tusukan biasanya disebabkan oleh benda runcing tajam yang menusuk kulit. Contoh luka tusukan termasuk jarum, menginjak paku, atau luka tusukan dengan pisau
  • Gigitan manusia dan gigitan hewan dapat diklasifikasikan sebagai luka tusuk, lecet, atau kombinasi keduanya.

Luka karena penekanan yang lama, misalnya luka karena berbaring dalam waktu yang lama di tempat tidur, karena duduk di kursi roda dalam waktu yang lama, atau karena penggunaan gips dalam waktu yang lama.

Luka tekanan yang lama dapat berkembang karena kurangnya suplai darah ke kulit yang disebabkan oleh tekanan kronis pada area kulit, terlebih memiliki penyakit yang mendasari seperti kencing manis, masalah sirkulasi (penyakit pembuluh darah perifer), atau pasien malnutrisi.

Sumber: dokter sehat

14 November 2021.
Midiatama
SMK3, Kebutuhan atau Paksaan? Hmm..
Safety K3
SMK3, Kebutuhan atau Paksaan? Hmm..

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2012, tentang implementasi SMK3 pada pasal 5 yang menerangkan bahwa perusahaan harus menerapkan SMK3. Kewajiban tersebut sebagaimana diatur bagi perusahaan dengan ketentuan : Memperjakan karyawan / buruh minimal 100 orang atau mempunyai tingkat bahaya tinggi dalam proses bsinisnya.

Selain sebagai syarat tender, Implementasi SMK3 akan sangat membantu dalam “accident prevention”  suatu perusahaan. Penerapan SMK3 adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara aman dan sehat tanpa membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya sehingga diperoleh produktivitas kerja yang optimal.

Menurut Permenakertrans, SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Untuk menjamin penerapan dan keperluan administratif Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja wajib dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perlu dilakukan audit sertifikasi oleh lembaga yang berwenang.

Dalam audit sertifikasi SMK3 dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50  Tahun 2012. Dengan kategori sebagai berikut

  1. Tingkat awal dengan pemenuhan terhadap 64 kriteria audit SMK3
  2. Tingkat transisi dengan pemenuhan terhadap 122 kriteria Audit SMK3
  3. Tingkat lanjutan dengan pemenuhan terhadap 166 kriteria Audit SMK3

Untuk perusahaan yang melakukan penerapan dengan tingkat lanjuatan akan mendapatkan bendera sebagai penghargaan

  1. Untuk  tingkat pencapaian penerapan 60 – 84% diberikan sertifikat dan bendera perak
  2. Untuk tingkat pencapaian penerapan 85 – 100% diberikan sertifikat dan bendera emas

Tahapan Sertifikasi SMK3

Segera Hubungi Kami, untuk mendapatkan Informasi secara Detail terkait dengan Proses Sertifikasi SMK3 khusus Kontraktor Konstruksi dapat dilaksanakan Paling cepat 3 minggu sampai dengan 1 bulan, tergantung dari Komitmen perusahaan.

12 November 2021.
Midiatama
1
...
45
46
47
44
45
46
47
48
...
59

Artikel Populer

10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

05 September 2024.
410 Views
10 Perbedaan Sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP dan Kemnaker RI

Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

27 September 2024.
388 Views
Tips Menerapkan Tindakan Pencegahan di Tempat Kerja

Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

24 Agustus 2023.
365 Views
Selain Fire Detector, Apa Komponen Lain yang Ada pada Fire Alarm?

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

11 Mei 2023.
338 Views
Bagaimana Cara Mencegah dan Mengurangi Rasa Sakit Perut Saat Maag Kambuh?

Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

19 Agustus 2024.
325 Views
Waspadai Bahaya Arc Flash – Ledakan Api Listrik

6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

23 September 2024.
321 Views
6 Klasifikasi Area Berbahaya dan Tindakan Pencegahannya

Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

26 Agustus 2024.
313 Views
Mengapa perlu melakukan penilaian risiko kebakaran?

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline

19 September 2024.
299 Views
Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Lifeline